"Saya tanya pemiliknya, bajajnya mau dijual berapa? Terus dia bilang diganti dengan bajaj baru saja. Saya tanya berapa harga bajaj baru, ternyata Rp 120 juta. Saya kaget, kok mahal? Sama kayak harga mobil itu, tapi ya sudahlah, saya bayar saja. Saya pikir pasti berharga," kata Irwan saat berbincang dengan detikcom, Kamis (24/7/2014) malam.
Salah satu pertimbangan Irwan membeli bajaj 'bersejarah' itu karena jika mobil yang dibelinya, Jokowi dan JK bisa mengganti mobil kapan pun dan jumlahnya bisa lebih dari satu unit. Tapi untuk sebuah bajaj, dia memperkirakan hanya dua unit itu saja, sehingga nilai sejarah bajaj itu tak luntur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain membeli dua unit bajaj baru seharga Rp 120 juta per unit untuk mendapatkan bajaj 'bersejarah' itu, Irwan juga memberikan uang sebesar Rp 20 juta kepada pemiliknya. Tak hanya itu, sopir yang mengendarai bajaj dan menghantarkan presiden dan wakil presiden Indonesia ketujuh itu juga mendapatkan uang.
"Pemiliknya saya tambahkan Rp 20 juta masing-masing. Jadi mereka untung kan? Sopirnya juga saya kasih tapi saya belum bisa ngomong jumlahnya," ujar Irwan.
Walau begitu, niat membeli bajaj tersebut sempat diwarnai keheranan dari pemiliknya. Irwan mengungkapkan, si pemilik sempat mengatakan banyak bajaj baru yang lebih bagus, namun mengapa hanya bajaj miliknya yang hanya diinginkan bos Sido Muncul itu.
"Dia tanya, ngapain beli bajaj ini? Kan banyak yang baru. Saya bilang, ini kan ditumpangi Pak Jokowi dan Pak JK. Ini bajaj bersejarah," ujar Irwan.
2 Bajaj BBG itu dibeli Irwan dari seseorang di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Kendaraan itu diincarnya karena pernah ditumpangi Jokowi-JK saat mengambil nomor undian di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, pada Minggu 1 Juli 2014.
Pada 1 Juni lalu, Jokowi dan JK bertolak dari Taman Menteng, Jakarta Pusat, menuju KPU. Jokowi menumpang bajaj biru BBG berpelat nomor B 2954 MA, sementara JK menumpang bajaj biru BBG berpelat nomor B 2062 DE.
Jokowi tampak duduk di bangku penumpang, di sebelah kiri, ditemani oleh timsesnya, Anies Baswedan. Jokowi datang ke kantor KPU mengenakan kemeja kotak-kotak.
(vid/trq)











































