Kisah dan Sosok di Balik Pembuatan Pidato Kemenangan Jokowi-JK

Kisah dan Sosok di Balik Pembuatan Pidato Kemenangan Jokowi-JK

- detikNews
Jumat, 25 Jul 2014 07:19 WIB
Kisah dan Sosok di Balik Pembuatan Pidato Kemenangan Jokowi-JK
Jakarta - Pidato kemenangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla dari atas kapal Phinisi di Pelabuhan Sunda Kelapa pada Selasa (22/7) lalu 'menyihir' publik. Kalimat tersusun dalam redaksional apik menjadikan pesan yang ingin disampaikan mudah dicerna oleh masyarakat.

Tak heran jika di hari berikutnya, Rabu (23/7), tiga surat kabar nasional mengangkat headline dengan judul hampir sama, 'Saatnya Bergerak', yang mengambil dari isi pidato kemenangan Jokowi-JK. Bagaimana kisah dan siapa sosok di balik pembuatan pidato kemenangan Jokowi-JK itu?

Tanda-tanda kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih sudah mulai kelihatan pada hari Senin (21/7). Saat itu menurut seorang sumber detikcom, Tim Pemenangan Jokowi-JK langsung menyiapkan pidato kemenangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di depan tim pemenangan, Jokowi membuat 4 point yang ingin dia sampaikan kepada masyarakat setelah Komisi Pemilihan Umum menetapkan capres dan cawapres terpilih. Pesan pertama adalah, Jokowi ingin mengajak masyarakat bersatu kembali setelah berpeda pandangan dan terpecah dalam dua kubu capres dan cawapres.

"Pak Jokowi ingin masyarakat kembali bersatu lagi," kata sumber detikcom yang tak mau disebutkan namanya itu, Kamis (24/7/2014) malam.

Pesan kedua, Jokowi ingin menyampaikan agar masyarakat menjadikan pemilihan presiden dan wakil presiden ini sebagai sebuah pesta demokrasi yang penuh keriangan.

Ketiga, pesan yang ingin disampaikan mantan Wali Kota Surakarta itu adalah, politik optimesme. Melalui pemilihan presiden dan wakil presiden kali ini, Jokowi ingin menggugah semangat rakyat. Dia ingin menunjukkan bahwa semangat masyarakat untuk berubah itu ada. Ini terlihat dari munculnya volunteerism dan semangat gotong royong di pilpres kali ini.

"Ada optimisme untuk menjadi bangsa yang besar ada politik harapan," kata dia. Pesan keempat adalah saatnya kita bergerak bersama. Bangsa ini tidak bisa digerakkan hanya oleh satu pemimpin.

Lalu, siapa sosok yang menterjemahkan pesan Jokowi-JK itu dalam satu naskah pidato? "Cornelis Lay dan Ari Dwipayana, yang lain (tim) nambah dikit-dikit," kata seorang sumber detikcom di tim pemenangan Jokowi-JK.

Cornelis Lay dan Ari Dwipayana adalah pengamat politik dan pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada.

Kepada detikcom, Ari mengaku naskah pidato Jokowi dibuat bersama-sama oleh tim. Semua isi dari pidato tersebut merupakan pemikiran dari Jokowi. "Yang membuat tim. Kami tim hanya membuat naskah, kemudian dikembalikan ke Pak Jokowi. Pak Jokowi yang memfinalisasi," kata Ari kepada detikcom.

(erd/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads