Kisah Orangutan yang Bebas Setelah Terjerat Tali Nilon Selama Satu Tahun

Kisah Orangutan yang Bebas Setelah Terjerat Tali Nilon Selama Satu Tahun

- detikNews
Kamis, 24 Jul 2014 22:52 WIB
Kisah Orangutan yang Bebas Setelah Terjerat Tali Nilon Selama Satu Tahun
'Si Manis' dipindahkan petugas BKSDA ke lokasi penampungan (Ist)
Samarinda - Bayi orangutan (Pongo pygmaeus) di kawasan hutan Desa Labai Hilir, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, ditemukan dalam kondisi terjerat tali nilon. Warga sekitar yang menemukan bayi orangutan sebatang kara ini kemudian merawatnya.

Bayi orangutan betina yang diperkirakan berusia 5-6 bulan itu diserahkan warga setempat kepada petugas BKSDA Kalbar, Kamis (24/7/2014), sekitar pukul 10.00 WITA. Warga menyadari bahwa satwa orangutan adalah satwa yang dilindungi negara juga dunia internasional.

“Anak orangutan ini ditemukan warga, Pak Paulus, tinggal di Desa Labai Hilir, saat dia ke ladangnya. Di tengah jalan, dia mendengar suara binatang, lalu dia menghampiri. Kemudian dilihatnya orangutan terlantar tanpa induknya terjerat tali nilon,” kata salah seorang aktivis lingkungan Sahabat Masyarakat Pantai Pontianak, Poppy Handayani.
 
Poppy menerangkan, usai ditemukan Paulus, bayi orangutan tersebut dibawa ke rumahnya dan sempat dipeliharanya dengan baik selama lebih dari setahun. Selama itu pula jeratan tali nilon di tubuh orangutan tersebut belum dilepas karena Paulus tak tahu apa yang harus dilakukan.
 
“Pak Paulus memberikan nama bayi orangutan ini si Manis. Selama dipelihara, Pak Paulus hanya memberikan makanan seadanya sehingga kondisi anak orangutan kurang sehat," ujar Poppy.
 
“Si Manis sempat dilepas ke dalam hutan, tapi dia kembali lagi ke rumah Pak Paulus. Mungkin anak orangutan ini sudah jinak dan tahu persis rumah Pak Paulus," tambahnya.
 
Dijelaskan Poppy, individu orangutan tersebut diperkirakan saat ini berusia lebih 1,5 tahun. Setelah sempat dipelihara Paulus, akhirnya diserahkan ke pihak BKSDA Kalbar untuk penanganan lebih lanjut

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Lantas kami kemudian menghubungi petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat untuk menjemput si Manis. Empat petugas BKSDA bergegas menuju ke kantor kami di Pontianak," terang Poppy.

Saat bertandang ke rumah Paulus, anak orangutan tersebut terlihat dalam kondisi lemas meski masih gemar bermain. Akhirnya petugas melepas jeratan tali di lehernya dan mengevakuasinya ke Kantor BKSDA Kalbar.

“Iya, memang benar kami baru mengevakuasi anak orangutan sub spesies Pongo pygmaeus murbei. Rencana akan kami periksa kesehatannya sebelum dibawa ke pusat rehablitasi orangutan di Ketapang,” kata Kasi Konservasi Wilaya III BKSDA Kalbar, Pasaoran Samosir, dikonfirmasi terpisah.

Di Kalimantan Barat, ancaman populasi orangutan di habitatnya datang dari alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan berskala besar, pertambangan dan perburuan. Hewan mamalia mirip manusia ini terus terancam punah sehingga kelestariannya perlu mendapat perhatian ekstra dari berbagai pihak.

(vid/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads