"Munas masih tahun depan kok ribut. Punya hak suara nggak mereka?" kata Ical ketika meninggalkan Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2014).
Menurutnya, pihak-pihak yang mendorong munas tidak mempunyai hak suara. Selain itu, daerah-daerah juga tidak menyetujui munas diselenggarakan tahun ini.
"(Munas-nya) bisa April 2015, bisa nggak. Pokoknya 2015. Bukan Oktober (2014) yang jelas," kata Ical.
Sementara itu, Ical menjamin Partai Golkar tetap berada di koalisi Merah Putih walau nantinya ia tak lagi menjabat ketua umum. Terkait suara kadernya yang menginginkan partai berlambang beringin ini menyeberang ke Jokowi-JK disebut Ical tak perlu didengarkan.
"Masih dong, namanya juga koalisi permanen. Mereka punya hak nggak? Kok ngedengerin orang yang nggak punya hak," kata Ical. (vid/trq)











































