"Petugas yang namanya Agung itu kemarin sudah saya panggil, saya tanya ke dia itu bagaimana ceritanya? Rupanya di Kedaung itu banyak yang mengurus menggunakan Biro Jasa mereka, biasanya sekaligus di mana siang itu baru pada dibayar. Sebenarnya uang itu uang retribusi uji yang seharusnya oleh Agung itu diserahkan ke yang bersangkutan, tetapi masih dipegang sama dia," ujar Lukman yang ditemui di kantornya di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (24/7/2014).
Lukman menyatakan bahwa dirinya tak tahu menahu peristiwa sidak oleh Ahok tersebut. Dia kemudian mencari tahu siapa orang yang terkena 'semprot' oleh Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lukman, Agung bukanlah petugas Dishub. "Sebenarnya tidak enak ini. Biar ini masalah di internal saja, dan itu kerjaan orang kas daerah dia biasa nitip ke agung untuk tagihin mobil dengan pelat nomor ini-ini jadi bukan dari Dishub. Agung sendiri bukan pegawai Dishub dia hanya biasa bantu-bantu aja," ungkapnya.
Sebelumnya Ahok marah besar ketika melihat praktik yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (Satpel PKB) Kedaung Angke, Jakarta Barat, Rabu (23/7). Ahok juga mengancam akan memecat bila PNS di kantor tersebut tidak ada yang mengaku 'main duit'. Satpel itu ditutup oleh Ahok setelah diinspeksi mendadak.
(bpn/nrl)











































