Mereka adalah pelajar sekolah SMP dan SMA di wilayah Tasikmalaya yang memang dididik untuk bisa mengatur arus lalu lintas selama musim mudik.
Pantauan di lokasi, Kamis (24/7/2014), para pelajar ini tersebar di kiri dan kanan jalanan hingga berdiri tepat di depan pos polisi bak polisi sungguhan. Mereka dibekali bendara dan tulus membantu polisi mengatur arus lalu lintas meski matahari tepat di atas kepala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meraka, para pelajar itu tak sungkan-sungkan menghentikan mobil yang sedang berjalan pelan dan selanjutnya mempersilakan pejalan kaki menyeberang jalan.
Pelajar itu berusaha memininalkan kecelakaan di jalan. Memang saat musim tiba jalur itu menjadi jalur utama pemudik dari Nagreg mengarah ke Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Cirebon dan ke arah Jawa Tengah.
Dari lokasi mudik, keberadaan mereka itu sangat membantu tugas polisi dalam mengamankan arus lalu lintas mudik lebaran. Kerja polisi pun terlihat lebih ringan dengan keberadaan anak-anak pintar itu.
Sampai H-4 jalur mudik dari Tasikmalaya ke Ciamis dan Kuningan sudah mulai macet mulai dari Kabupaten Rajapolah, Tasikmalaya. Kemacetan disebabkannya banyak perlintasan kereta api. Pemudik diharapkan berhati-hati.
(ikh/aan)











































