Artis Diimbau Batalkan Kontrak Pesta Tahun Baru

Artis Diimbau Batalkan Kontrak Pesta Tahun Baru

- detikNews
Kamis, 30 Des 2004 11:45 WIB
Jakarta - Pembaca detikcom juga mengimbau para artis untuk membatalkan kontrak pesta tahun baru mereka sebagai tanda prihatin atas musibah Aceh. Berikut ini email para pembaca yang terus mengalir ke redaksi@staff.detik.com, Kamis (30/12/2004):Yaman EdiTahun baru masih bisa ditunda sampai tahun depan. Kepedihan, kesusahan yang diderita oleh saudara kita di Aceh sudah tidak bisa ditunda lagi. Saya berharap dari para artis untuk bersedia mengcancel kontrak yang telah ditandatangani. Saya tahu ratusan juta bahkan miliaran rupiah akan hilang. Tapi aku yakin kalau sudah rizki mereka akan dapat order lain yang lebih baik. Dan uang yang untuk artis bisa disumbangkan untuk Aceh.Prilo SekundiariAcara tahun baru yang hura-hura sebaiknya dibatalkan karena sangat tidak etis dengan situasi dan kondisi yang terjadi sekarang ini. Memang pembatalan tentu akan menimbulkan banyak kerugian materi finansial dan immaterial. Akan tetapi alangkah baiknya bila kita mau sekali saja berkorban demi saudara-saudara kita yang sedang menderita dan kalau pun tidak bisa dibatalkan sebaiknya acara-acara tersebut dikurangi unsur hura-huranya dan diselingi dengan usaha penggalangan dana. Acara juga tidak perlu sampai pagi hari cukup sampai setelah tengah malam saja, itu sudah cukup.TedySaya juga sangat menyayangkan jika masih ada pemerintahan daerah yang tetap merayakan perayaan tahun baru dengan hura-hura dan macem-macem. Mudah - mudahan pejabat bangsa ini masih mau belajar dengan bangsa lain yang lebih beradab.Herry PurwantoMenurut saya pribadi Gubernur DKI Jakarta itu tidak memiliki hati nurani dong jika pelaksanaan pesta kembang api di Ancol tetap dilaksanakan. Meski dipindahkannya dari Monas ke Ancol, itu sama saja tidak baik. Saudara-saudara kita sedang ada musibah seharusnya diurungkanlah. Daripada untuk hura-hura dan manfaatnya juga tidak ada koq. Setiap tahun pesta kembang api diadakan, padahal itu adalah uang rakyat juga. Masyarakat kita ini masih dan banyak yg memerlukan bantuan baik sandang maupun pangan.Tolonglah dari pihak redaksi detikcom mau dan dapat memberikan masukan kepada gubernur DKI Jakarta ini, agar pesta itu diurungkan.Rudy WidayatDi hari raya Idul Fitri terjadi gempa di Alor. Di hari Natal terjadi bencana tsunami di Aceh. Mungkin di tahun baru 05 musibah akan datang ke tempat kita! Batalkan niat Anda berpesta tahun baru. Mari kita bantu saudara kita di sana. Gunakan dana tahun baru Anda untuk korban bencana alam. Salurkan dana Anda di tempat yang dapat dipercaya.BagusIndonesia Berkabung. Istilah tersebut hanya dihayati oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia. Sebagian besar masih tertawa dengan penderitaan saudara kita yang ada di Aceh. Masih banyak yang ingin merayakan pesta tahun baru. Budaya mana dan bedarabkah? Beragam alasan mereka keluarkan seperti sudah jauh-jauh hari disiapkan...terlanjur booking tempat.....padahal semuanya karena faktor profit semata.....Hai rakyat Indonesia, musibah tersebut juga bisa terjadi pada diri kita semua..... Indonesia Berkabung... Saudaraku..... Aceh juga Indonesia. Contohlah Malaysia dan malulah Indonesia.Fajar TriwahyudiSaya sebagai pribadi menganjurkan daripada uangnya buat foya-foya..hura-hura..beli kembang api sewa panggung-panggung hiburan....mendingan uangnya disumbangkan ke Aceh. Soalnya mereka sedang membutuhkan bantuan dari uluran kita-kita semua. Benar-benar tidak punya hati kalau orang senang-seang di atas penderitaan yang sedang terjadi. Pesta-pesta.....Mereka semua cuma mau ambil untung. Uang uang uang dan uang. Coba kalau saudara mereka yang tertimpa musibah...pasti bakalan ngerasain deh. Mendingan merenung saja di masjid...di rumah....berdo'a sesuai dengan agama masing-masing....semoga gak akan terjadi lagi bencana nasional kayak gini..Anton HandokoSaya sangat mendukung pembatalan seluruh acara yang berhubungan dengan hura-hura dan senang-senang serta pesta-pesta di akhir tahun baru ini. Semuanya, tidak satu pun diizinkan untuk mengadakan pesta. Sedikit lebih pekalah terhadap penderitaan saudara-saudara kita di Aceh yang begitu banyak. Apalah artinya pesta-pesta di saat saudara-saudara kita menderita dan jumlah korban terbesar adalah di Indonesia, sementara Malaysia yang jumlah korbannya jauh di bawah Indonesia langsung membatalkan seluruh acara tahun baru di negaranya. Begitu tidak punya hati nuraninyakah bangsa kita ini . . . (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini