Ada Kabar Baik dari Madinah Soal Pemondokan Haji, Ada Penghematan Puluhan Miliar

Ada Kabar Baik dari Madinah Soal Pemondokan Haji, Ada Penghematan Puluhan Miliar

- detikNews
Kamis, 24 Jul 2014 11:32 WIB
Jakarta - Itjen Kemenag melakukan gebrakan dalam perubahan harga sewa pemondokan haji di Makkah dan Madinah Arab Saudi. Lewat negosiasi, harga sewa bisa diturunkan sehingga pada akhirnya rakyat yang akan diuntungkan.

"Tim negosiasi pemondokan dari PHU yang dikawal Tim Itjen cukup handal menghasilkan kesepakatan baru penurunan sewa kontrak dari 675 riyal menjadi 500-585 riyal, yang akan berdampak penghematan puluhan miliar rupiah," terang Irjen Kemenag, M Jasin dalam keterangannya, Kamis (24/7/2014).

Menurut Jasin, tim negosiasi melaksanakan saran Itjen agar dalam proses negosiasi direkam dengan audio, video, sehingga kelihatan gambar dan suara sangat mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam bekerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal di atas sinyal yang bagus dalam membawa perubahan di Haji," imbuh Jasin yang juga tengah berada di Makkah ini.

Menurut dia juga, dalam reformasi Haji 2014 ini Menteri Agama dan Dirjen yang baru sangat akomodatif menerima saran Itjen.

"Buktinya langsung mengamandemen Peraturan Menteri Agama tentang penyediaan akomodasi di Arab Saudi, yaitu penyediaan pemondokan/hotel harus melalui; pendaftaran; pengumuman; penilaian sesuai kriteria (kasfiah); negosiasi; dan kontrak. Sistem baru ini berlaku untuk kontrak pemondokan/hotel baik di Makkah, Madinah dan Jeddah," jelas Jasin.

Menteri dan Dirjen juga menerima usulan bahwa rumah/hotel yang dikontrak harus menambahkan klausul yakni pemilik atau managemen kooperatif memberi keterangan kepada penegak hukum Indonesia (antara lain KPK), manakala dalam kontrak sewa diduga terdapat indikasi korupsi yang melibatkan oknum WNI.

"Tidak memindah-mindahkan jamaah dari hotel yang di kontrak ke hotel lain saat kedatangan jamaah," imbuhnya

Dalam negosiasi itu cukup alot dan tegang karena pemilik hotel warga Saudi bersikukuh tidak mau turun tetap 675 riyal.

"Sambil marah-marah dengan alasan sudah Ifadah, "sepakat" tapi berkat kegigihan tim negosiasi yang dpimpin Endang Jumali maka akhirnya mau turun, dua kali semula 640 turun lagi menjadi 585 real terlebih saat tim membandingkan dengan hotel/pemondokan Taj Kartaj yang mereka mau 500 tanpa layanan ziarah," jelas Jasin.

"Itu baru penghematan di Madinah saja belum yang Mekkah. Yang di Makkah akan dihitung nanti. Sekarang tim sedang negosiasi dengan 12 hotel di Mekkah yang terjadi pemadatan jamaah agar mereka mau menggunakan Tamtir atau ukuran Tim PHU dan Itjen, agar masing2 jamaah diberikan space dalam kamar seluas 3,5 m2," urai dia.

(ndr/mad)


Berita Terkait