"Iya di situ memang ada jembatan retak kemudian runtuh juga. Untuk jembatan roboh di Ciamis itu tidak sampai ke wilayah saya. Itu kabarnya dialihkan di Tasikmalaya," ujar AKBP Jamaludin saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (24/7/2014).
Jamaludin menuturkan bahwa kepadatan volume kendaraan di Nagrek adalah imbas dari aktivitas Pasar Limbangan. Namun kepolisian setempat telah melakukan rekayasa untuk mengurai kepadatan.
"Jadi itu dialihkan memutari Pasar Limbangan. Nanti ketemunya di ujung, baru melanjutkan ke Garut," imbuh Jamaludin.
Saat ini kepadatan kendaraan di Nagrek masih belum terlalu parah. Menurut Jamaludin lalu lintas masih mengalir walau tersendat.
(bpn/nrl)











































