Tsunami Asia, Negara Skandinavia Antisipasi yang Terburuk
Kamis, 30 Des 2004 11:19 WIB
Jakarta - Negara-negara Eropa, terutama Skandinavia, menyiapkan diri untuk menghadapi kejadian terburuk yang menimpa warganya yang masih belum ditemukan menyusul terjadinya bencana tsunami yang menghancurkan pantai tropis di sepanjang Samudera Hindia. Minggu (26/12/2004) lalu.Bencana tsunami telah menewaskan 77.000 orang lebih di Indonesia, India, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, Myanmar and Maldives. Sebagian di antara yang meninggal adalah wisatawan asing. Di Thailand saja setidaknya ada 473 orang asing yang meninggal.Warga asing yang hilang terdiri dari 1.500 warga Swedia, 800 Norwegian, 214 Danes, dan 200warga Finlandia. Selain wisatawan dari negara-negara Skandinavia, juga terdapat 200 warga Cekoslowakia, 188 warga Israel, 100 warga Jerman, dan 100 warga Jerman. Lebih dari 400 warga Singapura juga belum bisa diketahui.Menteri Luar Negeri Norwegia, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters, Kamis (30/12/2004), menyatakan ancaman tsunami menjadi salah satu bencana terburuk bangsanya. "Ini akan berdampak pada kehidupan di Swedia hingga waktu yang lama," kata Perdana Menteri Swedia Goran Persson, tak lama setela Raja Carl XVI Gustaf menyiarkan pernyataan keprihatinannya.Sementara Menteri Luar Negeri Jerman Joschka Fischer mengimbau kepada warganya untuk menggunakan uangnya untuk menyumbang para korban tsunami dari pada untuk merayakan Tahun Baru, dan di seluruh kawasan Skandinavia ada indikasi bahwa warga melakukan hal serupa.Swedia merencanakan untuk mengibarkan bendera setengah tiang pada hari Tahun Baru.Kanselir Jerman Gerhard Schroeder bahkan membatalkan liburannya setelah menyadari luasnya tragedi ini. Ia meminta warga untuk menyiapkan diri bahwa ratusan orang Jerman yang hilang mungkin telah meninggal. Hal sama dilakukan Menteri Luar Negeri Italia Gianfranco Fini yang mengumumkan bahwa 600 warganya hilang. "Kita bersiap menghadapi kemungkinan terburuk," katanya.Pemerintah Swedia, yang sebelumnya dituduh media setempat telah menyepelekan masalah ini, telah mengirimkan menteri luar negerinya ke Thailand, dan negara-negara Skandinavia menggelar penerbangan ekstra untuk mengangkut pelancong pulang."Jika seseorang menanganani sesuatu secara buruk (di Swedia) dia harus bertanggungjawab. Korban harus mendapatkan pertolongan," ujar pelancong Swedia yang sudah kembali ke negaranya, Knut Larsson."Ketika ombak menghempas, saya hanya mengenakan pakaian dalam, tidak ada yang lain. Kemudian saya penutup tubuh lainnya," kata Tony Jagerholm, yang berada di pantai Phuket, Thailand.
(gtp/)











































