Pembaca: Pak SBY, Segera Batalkan Pesta Tahun Baru!

Pembaca: Pak SBY, Segera Batalkan Pesta Tahun Baru!

- detikNews
Kamis, 30 Des 2004 11:11 WIB
Jakarta - Pembaca detikcom sepakat dengan seruan PM Thailand dan PM Malaysia yang membatalkan perayaan malam tahun baru terkait dengan bencana tsunami yang meluluhlantakkan Aceh dan Nias. Mereka mendesak Presiden SBY melakukan langkah serupa.Berikut kutipan email pembaca yang dikirimkan lewat redaksi@staff.detikcom, Kamis (30/12/2004):Deni HilmawanMenurut saya seharusnya pemerintah Indonesia meniru seperti yang pemerintah Malaysia lakukan, demikian juga untuk pihak swasta termasuk semua stasiun televisi.AhmadTerkait dengan Pemerintah Malaysia yang membatalkan perayaan tahun baru 2005 dan Indonesia yang belum membuat keputusan, sebagai warga negara yang ikut prihatin dengan kondisi Negara dan Bangsa ini, mari kita sepakat dan berkomitmen untuk tidak menghadiri atau pun merayakan tahun baru dengan hura-hura. Biarlah pemerintah tidak peduli, tapi mari kita tujukkan sikap kepedulian kita sebagai putra-putri Indonesia atas penderitaan saudara-saudara kita di Aceh dan Sumut.YanuarApa pun bentuknya, sangat tidak tepat bila masih ada acara kemeriahan tahun baru 2005. Sudah hilang urat malu dan rasa kemanusiaannya kalau masih saja ada yang merayakan. Pak SBY, segera serukan untuk membatalkan perayaan tahun baru!Said SungkarSetuju! Sudah selayaknya Pemerintah mengimbau semua kalangan baik swasta maupun pemerintahan untuk meniadakan acara penyambutan tahun baru (hura-hura) dan mengalokasikan anggarannya untuk bantuan ke Aceh.Oni RuslanSaya setuju kalau semua perayaan tahun baru dibatalkan baik swasta dan pemerintah dan sudah seharusnya pemerintah bersikap dengan melarang perayaan tahun baru. Kalau pemerintah tidak bersikap dan perayaan tetap dilakukan kita patut bertanya: di manakah nurani para pemimpin kita? Apakah harus menunggu adzab yang lebih dahsyat lagi?Melly RoosmayaniHalloo Bapak SBY dan JK,Tolong dong ikuti jejak pemerintahan Malaysia dan PT Unilever dong. Buat apa gembira ria tapi dalam hati dan pikiran kita ke saudara-saudara kita yang sedang menderita di Aceh?AwiMemang seharusnya pemerintah segera bersikap, karena negara-negara lain saja sudah repot-repot membantu kok malah yang dibantu enak-enakan .. Sungguh sangat tidak sejalan dengan budaya ketimuran kita.Bambang SutejaBenar, saya setuju pemerintah memberikan instruksi kepada penyelenggara menyambut tahun baru 2005 untuk ditiadakan. Toh umat Islam saja di Indonesia kalau menyambut tahun baru Islam tidak pernah hura-hura padahal penduduk Indonesia mayoritas Muslim. Harusnya dengan pergantian tahun ini kita harus banyak merenung, umur kita semakin bertambah, sudahkah kita berbuat kebajikan di tahun-tahun yang lalu. Dana untuk menyambut tahun baru lebih baik disumbangkan untuk korban bencana alam di Aceh.LiaSaya rasa untuk masyarakat Indonesia yang masih ingin merayakan acara tahun baru adalah pribadi-pribadi yang tidak punya hati nurani,tidak punya rasa kemanusiaan. Cobalah rasakan, bagaimana jika kita yang mengalaminya. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads