Panglima TNI Jenderal Moeldoko kepada pihak maupun pendukung pasangan terpilih Jokowi-JK untuk tidak merayakan kemenangan secara berlebihan. Bagi pihak dan pendukung Prabowo-Hatta, Moeldoko meminta untuk tidak menyampaikan ekspresi kekalahannya secara berlebihan yang akhirnya keluar dari rambu-rambu hukum.
"Kita semuanya harus konsentrasi pada rambu-rambu hukum, menuju kepada langkah-langkah konstitusional, bukan langkah-langkah di lapangan atau di jalanan, itu nanti akan tabrakan dengan TNI, dan ini saya tidak menginginkan," ujar Moeldoko di acara buka bersama dengan 2000 anak yatim piatu di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (23/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua itu dihadapkan pada situasi riil di lapangan. Kalau ada eskalasi pasti TNI juga dengan cepat merapat ke depan. Kalau situasi kendor, TNI bernafas sedikit untuk konsolidasi, tetapi bukan berarti kita mengurangi kewaspadaan," terang Moeldoko.
Hal tersebut terutama karena saat ini menurut mantan KSAD tersebut karena TNI terlibat dalam membantu pengamanan kepolisian dalam menghadapi Lebaran. Moeldoko pun menilai tensi situasi dan kondisi setelah pilpres ini cenderung menurun karena masyarakat sudah lelah dengan perpolitikan dan juga karena sedang menyiapkan diri untuk berlebaran.
"Mereka sudah menyiapkan diri untuk Lebaran, keluar kota bergabung dengan keluarga. Harapan saya agar situasi ini terpelihara terus. Agar bisa menikmati hari raya itu nyaman bersama keluarga," tutup Moeldoko.
(ear/rvk)











































