Menkes: Bensin Langka, Depkes Sulit Distribusikan Obat
Kamis, 30 Des 2004 11:02 WIB
Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengatakan langkanya bensin menyebabkan pendistribusian obat-obatan terhambat. Korban gempa dan tsunami Aceh mulai terjangkit infeksi."Obat-obatan tertahan di airport Polonia karena tidak ada kendaraan, tidak ada bensin di sana. Obat-obatan tidak bisa sampai ke rumah sakit. Siang ini, saya harus mengirim ambulance dengan bensinnya untuk mengangkut obat-obatan," kata Menteri Kesehatan Siti Fadila Supari kepada detikcom usai rapat tim penanggulangan masalah kesehatan dan bencana Departemen Kesehatan di Gedung Departemen Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Kamis (30/12/2004)."Saya kirim dua ambulance, mestinya saya mengirim 20 ambulance tetapi masalahnya di sana bensin. Meskipun pemerintah tadi malam pukul 22.00 WIB telah mengirim 30 tangki bensin dan akan sampai di Banda Aceh pukul 10.00 WIB pagi ini, tetapi di sana pom bensinnya tinggal satu. Jadi ini adalah persoalan yang sangat-sangat sulit dan pelik," ungkapnya.Menurut Menkes, Depkes harus mempunyai angkutan tersendiri dan tidak bisa menggantungkan dengan kendaraan lain. "Tadi malam, pasien-pasien sudah terkena infeksi karena obat-obatan tidak bisa sampai ke rumah sakit. Barang-barang masih stagnan di Medan itu sekarang persoalannya," demikian Menkes.
(aan/)











































