"Saya percaya karena Akbar ini mempunyai agenda terselubung. Jadi, dia punya agenda sendiri. Dia lebih menempuh jalan frontal konstruktif yang tabrakan itu," kata Zaenal di kediaman Agung Laksono, di Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Rabu (23/7/2014).
Dia menjelaskan kalau memang terjadi usulan pendapat itu maka hal tersebut adalah kesalahan Prabowo yang menggandeng Akbar Tanjung masuk di timsesnya. Seharusnya, sebagai capres, Prabowo bisa memilih sosok timses yang mendukung keputusan secara positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, mantan Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD menyebut kalau pengunduran diri Prabowo dari rekapitulasi Pilpres diusulkan oleh tim dari Akbar Tanjung. Saat itu, ada tiga usulan yang muncul. Pertama, menunggu putusan KPU dan menerima dengan lapang dada. Kedua, tetap menunggu KPU mengumumkan tapi setelah itu baru menyatakan sikap protes. Adapun yang ketiga adalah usulan dari tim Akbar Tanjung.
"Kita semua yang ada di situ menerima usulan itu. Rapat berjalan demokratis dan tidak ada masalah," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu saat dihubungi, Rabu (23/7/2014).
(hat/rvk)











































