Rabu (23/7/2014), sekitar pukul 16.03 WIB Jalan Sudirman, Jakarta Pusat mulai padat. Jam pulang kerja membuat volume kendaraan bertambah. Jalur cepat maupun jalur lambat pun dipadati kendaraan pribadi. Macet tak terelakkan. Para pengemudi ini harus menerima kenyataan hanya dapat melaju di kecepatan 5-10 km/jam.
Bila biasanya hanya melihat kopaja, metromini atau pemotor yang memasuki jalur TransJakarta, namun di Jalan Sudirman tepatnya di jalur TransJakarta koridor I (Kota-Blok M), pengemudi mobil pribadi nekat masuk jalur TransJ.
Sekurangnya 3 mobil berjejer dengan kecepatan rendah berada diantara bus TransJ.Mobil-mobil ini pun bisa dikatakan termasuk mobil merk premium seperti Mitsubishi Lancer, Mercedes Benz hingga BMW.
"Hampir setiap hari mobil-mobil itu masuk jalur busway. Mereka menghindari macet karena pembangunan MRT," ujar seorang gateboy bus TransJ.
Kemacetan ini memang terjadi di sekitar lokasi pengerjaan proyek MRT. Meski trotoar jalan sudah dipangkas agar melebarkan jalan, kemacetan masih saja terjadi. Kondisi jalan baru lengang jelang bawah fly over Semanggi.
Seharusnya transportasi andalan Jakarta ini bisa bebas dari kemacetan sebagai nilai jual pada para pemilik kendaraan yang terjebak macet. Namun sayang, bukannya beralih menggunakan moda transportasinya, pemilik kendaraan ini justru menerobos jalurnya.
(bil/ndr)











































