"Kalau pengalaman saya dulu (sewaktu jadi Ketua MK) ya tergantung buktinya. Buktinya kuat atau tidak," ujar Mahfud saat dihubungi, Rabu (23/7/2014).
Mantan Ketua MK ini menyebutkan bahwa tim Prabowo-Hatta telah mengantongi bukti yang cukup. Tetapi dirinya sudah tak lagi di dalam tim tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfud enggan menyebutkan bukti-bukti yang telah dikantongi tim Prabowo-Hatta. Ketika ditanya soal data milik PKS pun dia enggan komentari.
Sebelumnya capres nomor urut 1 Prabowo Subianto menolak pelaksanaan Pilpres 2014 saat KPU tengah melakukan rekapitulasi, Selasa (22/7). Pernyataan sikap tersebut langsung disusul aksi walk out oleh saksi Prabowo-Hatta di KPU.
Setelah itu tim kampanye nasional Prabowo-Hatta, Tantowi Yahya pun menyatakan memiliki bukti kuat. Berpegang dari data PKS, ada 52 ribu TPS yang bermasalah. Tantowi menuding ada kecurangan yang dilakukan KPU.
"Ada yang bertanya mengapa baru menggugat sekarang. Mengumpulkan data sebanyak 479 ribu TPS bukan hal mudah. Kita berani adu-aduan dengan KPU, data kami lebih sahih. Jangan picik kita. Kami sudah menggugat KPU tetapi tidak pernah didengar. Kami minta ia buka-bukaan data tetapi tidak didengar. Bawaslu sebagai badan yang mengontrol KPU," jelas Tantowi di Rumah Polonia, Jakarta, Selasa (22/7/2014).
(bpn/trq)










































