"Ya memang sebaiknya seperti itu, karena harus dilihat dulu, ini sudah saatnya untuk melihat lagi perlu ubah haluan atau tidak," ungkap Agung di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/7/2014).
Agung ingin Golkar bisa terus mendukung jalannya pemerintahan. Meski begitu, dukungan itu tidak harus menghilangkan sikap kritis terhadap berbagai kebijakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gejolak di Partai Golongan Karya kian keras. Sehari setelah Komisi Pemilihan Umum mengumumkan presiden dan wakil presiden terpilih, kader muda di partai beringin menyerukan adanya reformasi total di partai.
Salah satu desakan itu datang dari kader muda Partai Golkar Meutya Hafid. Politisi yang juga anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat itu mendesak segera dilakukan Musyawarah Nasional Partai Golkar.
Desakan ini juga akan berdampak ke posisi Golkar di koalisi permanen. Jika Munas pergantian ketum sukses digelar para kader muda tahun ini, besar kemungkinan Golkar akan berubah haluan mendukung Jokowi-JK di pemerintahan.
(mok/trq)











































