Goyangan Perjanjian Mega-Prabowo Tak Mempan

Jalan Menuju Istana

Goyangan Perjanjian Mega-Prabowo Tak Mempan

- detikNews
Rabu, 23 Jul 2014 15:06 WIB
Goyangan Perjanjian Mega-Prabowo Tak Mempan
Jakarta - Setelah Joko Widodo ditetapkan menjadi capres PDIP, kubu Prabowo menggulirkan fakta-fakta perjanjian Batutulis, Bogor. Perjanjian 'suci' Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto itu sempat dijadikan batu ganjalan, namun kandas.

Kubu Gerindra mengungkit perjanjian yang ditandatangani Mega dan Prabowo di atas materai itu untuk memperingatkan Mega yang pernah berjanji akan mendukung Prabowo di Pilpres 2014. Perjanjian itu diteken keduanya menjelang Pilpres 2009 silam. Namun oleh kubu PDIP, Prabowo dianggap panik karena tidak siap menghadapi Jokowi di Pilpres 2014 silam.

Prabowo sendiri mengaku sudah mengalah jadi cawapres Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2009 silam. Prabowo sempat berharap Mega memenuhi janji politik mendukungnya di Pilpres, namun Mega ingkar dan memilih mengusung Jokowi sebagai capres. Sang jenderal bintang tiga pun kecewa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mbok ya dipanggil. Saya diajak kopi-kopi. Saya sih itu saja. Kok saya disepelekan, seperti dianggap tidak ada," kata Prabowo seperti dikutip dari Majalah Detik edisi 122, Selasa (1/4/2014) lalu.

Prabowo sempat enggan jadi cawapres Mega di Pilpres 2009 silam. Sebab, elektabilitas Prabowo saat itu di atas Megawati.

"Terus mereka minta dan berharap saya menjadi wakil Ibu Mega. Akhirnya melalui perundingan yang alot sampailah pada satu persetujuan. Saya bersedia jadi wakil beliau, dengan catatan pada 2014 beliau akan mendukung saya, PDIP akan mendukung saya," kata Prabowo.

Goyangan itu berlangsung cukup lama namun ternyata hal itu gagal menurunkan elektabilitas Jokowi, meskipun Prabowo terus menyuarakan sindiran tajam soal 'ingkar janji' di beberapa kesempatan kampanye Pileg Gerindra. Namun demikian isu perjanjian Batutulis perlahan mulai hilang setelah Prabowo menyalami Megawati yang hadir yang menghadiri pengambilan nomor urut capres. Prabowo pun menunjukkan kenegarawanannya dengan menyatakan siap menang dan siap kalah pada forum yang digelar KPU pada Minggu (1/6/2014).

Meski demikian pasca pengambilan nomor urut capres pertarungan kedua capres makin sengit. Kubu Prabowo terus membombardir kubu Jokowi dan sebaliknya kubu Jokowi kadang membalas serangan tersebut. Namun pada akhirnya berbagai negative campaign semacam itu gagal menjatuhkan Jokowi, Jokowi kini sudah resmi ditetapkan KPU jadi pemenang Pilpres 2014.

(van/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads