Unilever Batalkan Pesta Tahun Baru di Tenda Semanggi

Unilever Batalkan Pesta Tahun Baru di Tenda Semanggi

- detikNews
Kamis, 30 Des 2004 09:56 WIB
Jakarta - Langkah PT Unilever Indonesia Tbk sungguh layak ditiru. Perusahaan besar ini membatalkan pesta tahun barunya yang rencanannya diadakan pada Jumat (31/12) di Kafe Taman Semanggi, Jakarta."Sebagai ungkapan keprihatinan atas musibah bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh dan Sumatera Utara baru-baru ini, Unilever memutuskan membatalkan acara Conello New Year's Chemistry Carnival," tulis Head of Corporate Communications Unilever, Leila Djafaar, dalam rilisnya pada detikcom, Kamis (30/12/2004)."Pembatalan ini merupakan wujud rasa solidaritas Unilever terhadap para korban bencana tersebut. Mari kita turut berdoa dan mengulurkan bantuan untuk meringankan penderitaan para korban," sambung Leila.Berbeda dengan Unilever, kawasan wisata Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah nekat menggelar pesta heboh, bahkan direncanakan lebih dahsyat dibanding tahun lalu. Pesta kembang api dan dentuman musik membahana akan mengiringi malam pergantian tahun baru di tempat itu.Padahal Gubernur Sutiyoso dua hari lalu sudah memutuskan membatalkan pesta kembang api yang sedianya digelar di Monas dan menyetorkan ongkos kegiatan sebesar Rp 500 juta untuk Aceh. Tapi entah bagaimana ceritanya, pesta kembang api itu tetap berjalan, hanya saja dialihkan ke Ancol.Penyelenggara pesta ini mengaku dilematis. Di satu sisi prihatin pada musibah Aceh, tapi di satu sisi terus didesak untuk tetap mengadakan hura-hura itu.Selain dua lokasi wisata itu, masyarakat di Kemang, Jaksel, juga tetap menggelar pesta "Kemang Taon Baruan" bekerjasama dengan Pemkot Jaksel pada 31 Desember. Sementara, pemkot yang dipastikan membatalkan pesta tahun baru adalah Bukittinggi di Sumbar sana.Dua pemimpin negara tetangga, PM Thailand dan PM Malaysia, telah menyerukan agar pesta tahun baru dibatalkan. Sebagai negara paling dahsyat yang jadi korban gempa dan tsunami, pemimpin Indonesia belum tergerak mengumumkan hal serupa.Bagaimana komentar Anda? Silakan tulis kepada kami di redaksi@staff.detik.com. (nrl/)


Berita Terkait