Pantau Terminal Pulogadung, Menhub Pastikan Tiket Dijual Harga Normal

Pantau Terminal Pulogadung, Menhub Pastikan Tiket Dijual Harga Normal

- detikNews
Rabu, 23 Jul 2014 13:31 WIB
Pantau Terminal Pulogadung, Menhub Pastikan Tiket Dijual Harga Normal
Jakarta - Menteri Perhubungan EE Mangindaan keliling Terminal Pulogadung memantau kesiapan pelayanan arus mudik Lebaran. Ia mengecek mulai harga tiket hingga memberikan informasi jalur alternatif yang dapat ditempuh selama perbaikan jembatan ambles Comal, Pemalang.

"Saya cuma cek ternyata tarif terkontrol semuanya baik ekonomi maupun eksekutif. Saya cek update data benar sesuai dengan saya cek di lapangan," ujar EE Mangindaan usai memantau terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (23/7/2014).

Selain itu, Mangindaan berpendapat amblasnya Jembatan Comal berdampak terhadap terlambatnya bus. "Kedua ada permasalahan sedikit tentang Jembatan comal sehingga terpaksa mereka memutar sementara kondisi di sini sudah siap. Untuk antisipasi kita mengarahkan mereka mengambil jarak alternatif untuk jarak jauh ke selatan langsung dan jarak menengah ambil jalur tengah dia," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menhub mengatakan pihaknya juga telah menginformasikan kejadian ini terhadap Korlantas. Hal itu untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.

"Itu juga Korlantas sudah kita sampaikan akan terjadi kepadatan lebih banyak di selatan dan tengah karena Comal hanya kendaraan kecil yang bisa dilewati. Ternyata bus-bus sudah diberikan informasi mereka sudah tahu," imbuhnya.

Terkait kesiapan awak bus baik supir dan kondektur masing-masing PO bus. Pihaknya telah memerintahkan Kepala Terminal untuk test urine terhadap sopir dan kondektur masing-masing PO bus.

"Selain itu saya sudah meminta untuk tidak memberangkat sopir bus yang belum istirahat. Ada yang baru tiba mau langsung berangkat lagi nggak boleh. Kemudian tes urine dan setiap PO bus harus memiliki double sopir tidak boleh satu sampai tempat tujuan. Tetap semuanya dua sopir bergantian sehingga keselamatan tetap bisa dijamin," ungkapnya.

(edo/aan)


Berita Terkait