"ISIS itu iya, memang wacana sudah ada. Tapi yang sebenarnya belum ada," kata Ansyaad saat ditemui Rabu (23/7/2014) di Kementerian Hukum dan HAM, Kuningan, Jakarta Selatan.
Untuk penanggulangannya Ansyaad menyatakan tetap akan kembali pada hukum yang berlaku. Ansyaad juga menyatakan masyarakat menolak keberadaan mereka sehingga tidak terlalu dikhawatirkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu berpotensi meningkatkan radikalisasi di Indonesia ya. Tentu saja harus diwaspadai, karena di Arab pun sudah dianggap berbahaya," kata Ansyaad menutup.
Pihak Polri dalam kesempatan sebelumnya menyatakan,tetap merasa perlu mewaspadai gerak-gerik kelompok ISIS ini. "Perlu diwaspadai," kata Kapolri Jenderal Sutarman, di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2014).
Jenderal Sutarman tidak merinci berapa orang warga negara Indonesia yang telah masuk ke negara yang tengah berkecamuk perang sipil itu. Alasannya, informasi tersebut bagian dari konsumsi pihaknya saja. Termasuk saat disinggung visa yang digunakan mereka untuk pergi ke negeri Syam tersebut.
"Itu masih menjadi rahasia kita," kata Kapolri.
(fjr/fjp)











































