Bendera Setengah Tiang Tetap Berkibar untuk Aceh

Bendera Setengah Tiang Tetap Berkibar untuk Aceh

- detikNews
Kamis, 30 Des 2004 09:32 WIB
Jakarta - Meski hari berkabung nasional sudah berakhir Rabu (29/12/2004) kemarin, namun hari ini, Kamis (30/12/2004) bendera setengah tiang tetap tampak berkibar di sejumlah tempat. Sebelumnya, pemerintah memang menetapkan hari berkabung selama tiga hari. Terkait hari berkabung nasional untuk musibah Aceh itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan kepada masyarakat Indonesia untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda duka cita. Namun, selama tiga hari berkabung itu, tidak banyak warga atau lembaga yang mengibarkan bendera setengah tiang. Kantor-kantor menteri di Jakarta, bahkan ada yang tidak mengibarkan bendera setengah tiang itu. Begitu juga dengan kantor-kantor dinas. Di kampung-kampung, pengibaran bendera setengah tiang juga tidak terlihat secara massal. Hanya sebagian kecil. Warga atau lembaga-lembaga yang mengibarkan bendera setengah tiang itu mempertahankannya sampai sekarang. Dalam pantauan detikcom, sejumlah perkantoran di Jl. Gatot Soebroto, Jakarta masih memasang bendera setengah tiang. Perkantoran dan perumahan di sekitar Radio Dalam, Jakarta Selatan, bendera setengah tiang juga masih tampak berkibar. Sejumlah perkantoran di Jl. Sudirman, Jakarta juga tampak sama.Sejumlah warga yang menghuni perumahan elit di Pondok Indah, Jakarta Selatan, juga masih belum menurunkan bendera setengah tiangnya. Ini tampak di Jl. Metro Pondok Indah, Jl. Gedung Hijau, Jl. Gedung Pinang, dan lain-lain. Pemerintah sendiri tampaknya tidak akan memperpanjang masa berkabung nasional itu. Sementara sampai sekarang situasi di kota-kota di Provinsi Naggroe Aceh Darussalam tampak seperti kota mati. Banda Aceh, misalnya, masih tampak porak-poranda. Mayat-mayat masih berada di jalan-jalan, belum sempat dimakamkan secara massal. Bau busuk menyeruak di kota berjuluk Serambi Mekkah itu. Para pengungsi juga belum mendapatkan bantuan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya. Kepedihan, penderitaan, dan kecemasan masih dirasakan warga Aceh sampai sekarang. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads