Jepang Kirim Tim Medis ke Aceh

Jepang Kirim Tim Medis ke Aceh

- detikNews
Kamis, 30 Des 2004 08:27 WIB
Jakarta - Pemerintah Jepang mulai Kamis (30/12/2004) hari ini mengirimkan tim medis ke lokasi bencana tsunami di Aceh. Tim medis yang jumlahnya sebanyak 22 orang akan dikirim selama dua minggu untuk berada di lokasi pengungsian.Demikian siaran pers Kedutaan Besar Jepang melalui staf Embassy of Japan Information and Culture Section Ayako Shimizu yang diterima detikcom di Jakarta, Kamis (30/12/2004).Rombongan pertama sebanyak 6 orang dari Tim Medis Darurat tersebut akan tiba di Jakarta pada hari ini pukul 17.05 WIB dengan penerbangan bernomor JL 725. Rombongan utama tim tersebut sebanyak 16 orang dijadwalkan akan tiba di Jakarta pada tanggal 1 Januari 2005.Keputusan pemerintah Jepang untuk mengirimkan bantuan medis itu, sebagai bentuk keprihatinan atas bencana gempa bumi berskala besar yang berpusat di perairan pulau Sumatera dan Samudra Hindia yang terjadi pada 26 Desember 2004 lalu. "Pada 29 Desember lalu, Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk mengirim Tim Medis Darurat ke Indonesia. Tim yang terdiri atas total 22 orang," katanya.Pengiriman itu tim medis Jepang juga terkait dengan permintaan pemerintah Indonesia melalui Wapres Jusuf Kalla sebagai Ketua Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana Nasional. Mengingat skala bencana yang luar biasa ini, pemerintah Indonesia menyerukan bantuan kepada dunia internasional termasuk kepada pemerintah Jepang agar dikirim tim bantuan medis.Pemerintah Jepang selama ini telah memutuskan untuk memberi bantuan berupa tenda, selimut, genset dan barang yang dibutuhkan lainnya yang jumlahnya mencapai 26 juta yen atau sekitar US$ 250 ribu atau Rp 2,25 miliar rupiah pada tanggal 27 Desember lalu. Lalu pada 28 Desember 2004 diberikan lagi berupa bantuan hibah darurat seperti makanan darurat dan peralatan medis berjumlah US$ 1,5 juta atau Rp 13,5 miliar.Sebelumnya juga pada 26 Desember, Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberi bantuan darurat sebanyak 26 juta Yen atau sekitar US$ 250 ribu atau Rp 2,25 miliar dalam bentuk genset sebanyak 100 buah, tenda sebanyak 28 buah, selimut sebanyak 3.000 lembar, matras untuk tidur sebanyak 300 lembar, penjernih air sebanyak 20 buah, tangki air (3.000 liter) sebanyak 20 buah, jerigen sebanyak 300 buah. Bantuan itu diangkut dengan pesawat carter dari Singapura dan tiba di Bandara Polonia Medan hari ini. (mar/)



Berita Terkait