Korban Tewas Tsunami Diperkirakan 100 Ribu Lebih
Kamis, 30 Des 2004 08:18 WIB
Jakarta - Jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di Samudera Hindia diperkirakan akan menembus angka 100 ribu lebih. Sementara korban jiwa yang berhasil dikonfirmasi sekitar 77 ribu dan akan terus bertambah karena masih ribuan orang hilang yang belum ditemukan.Hal itu diungkapkan pejabat senior Palang Merah Internasional Peter Rees seperti yang dikutip BBC, Kamis (30/12/2004). Dia menyatakan hal itu sat melihat jumlah korban jiwa yang meningkat dengan tajam di Andaman dan Nicobar Island.Korban tewas yang berhasil dikonfirmasi lebih banyak berasal dari Indonesia. Disusul Srilangka. India dan Thailanda serta negara-negara lainnya. Berikut rincian korban tewas akibat gempa bumi dan tsunami, Indonesia, 45.268, Srilangka 22.493, India 6.974, Thailand 1.829, Somalia 100,Burma 90, Maladewa 67, Malaysia 65, Tanzania 10, Seychelles 3, Bangladesh 2 dan Kenya 1 orang.Sementara Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush mengumumkan pembentukan koalisi bantuan internasional untuk membantu negara-negara yang menjadi korban tsunami. Koalisi yang dibentuk Bush itu antara lain dengan Australia, India and Jepang. Sebelumnya AS juga sudah menyiapkan bantuan sebesar US$ 35 juta untuk korban tsunami. Sejumlah pesawat yang memuat bantuan untuk para korban juga telah diterbangkan dari negara-negara lain ke lokasi bencana tsunami. Bantuan tersebut diharapkan secepatnya tiba di tempat-tempat yang membutuhkan.Palang Merah Internasional dan Red Crescent Societies menyatakan, jumlah korban jiwa akan makin terus bertambah seiring dengan proses evakuasi yang terus berjalan. "Bencana ini tak terduga dan merupakan fenomena alam yang menyedihkan," pejabat Palang Merah Internasional wilayah Asia Pasifik, Simon Missiri.
(mar/)











































