Sejak pukul 15.30 WIB, Selasa (22/7/2014) para karyawan di gedung tersebut sudah mulai berhamburan meninggalkan kantor, antrean taksi pun penuh. Padahal, jam pulang kantor baru berlaku pukul 17.00 WIB.
Hal tidak biasa ini, diduga terkait pernyataan calon presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto yang menolak hasil perhitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka mencoba mengantisipasi kemungkinan adanya situasi tak kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Normalnya jam 5 sore bahkan kadang jam 6 sore. Hari ini memang lebih cepat, kayaknya orang kantor suruh pulang cepat," ujar dia di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (22/7/2014).
Hal yang sama diungkapkan Nasar. Petugas keamanan ini mengungkapkan, para karyawan memilih mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika ada aksi yang tidak terduga di jalan.
"Ya mereka suruh pulang cepat daripada kenapa-kenapa di jalan. Takutnya kan ada apa-apa, ya kita juga nggak tahu pada pulang cepat," katanya.
Seorang karyawan di sebuah perusahaan sekuritas pun ikut berkomentar. Yanti mengaku, keputusannya untuk pulang lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
"Saya cuma khawatir saja terjadi yang enggak-enggak, namanya juga jaga-jaga. Saya pengen pulang cepet saja," katanya.
(drk/ndr)










































