Macet di Jalur Selatan Banyumas Disebabkan Persimpangan dan Pintu Kereta

Macet di Jalur Selatan Banyumas Disebabkan Persimpangan dan Pintu Kereta

- detikNews
Selasa, 22 Jul 2014 13:31 WIB
Macet di Jalur Selatan Banyumas Disebabkan Persimpangan dan Pintu Kereta
Purwokerto - Meningkatnya volume kendaraan yang melewati jalur selatan Jateng menyebabkan kemacetan di titik-titik persimpangan dan jalan kereta sebidang di wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Kendaraan yang melintas masih didominasi truk kontainer dan bus dari arah Jakarta, Bandung menuju Yogyakarta maupun sebaliknya.

Dari pantauan detikcom, dari Rawalo hingga Perempatan Buntu, Kemranjen, Banyumas, Selasa (22/7/2014). Kendaraan yang hendak menuju Yogyakarta mulai mengalami kemacetan saat akan memasuki perempatan atau pertigaan jalan, rata-rata kemacetan bisa mencapai 2-3 kilometer, namun tidak berlangsung lama. Ini dikarenakan petugas kepolisian memberlakukan sistem buka tutup di setiap perempatan dan pertigaan.

Seperti yang terjadi di pertigaan Sampang, Cilacap. Karena banyaknya kendaraan yang melintas, traffic light tidak digunakan, petugas kepolisian menmggunakan sistem buka tutup di wilayah tersebut. Namun setelah melewati pertigaan Sampang, kendaraan bisa melaju bebas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi sekitar 2 kilometer setelah pertigaan Sampang, kendaraan kembali dihadapkan oleh kemacetan akibat adanya perlintasan kereta di Desa Randegan, Kecamatan Kebasen. Jika ada kereta yang melintas kemacetan panjang di wilayah ini tidak bisa dihindari. Kendaraan roda dua rata-rata harus melintas luar aspal disisi kiri jalan raya untuk menghindari kemacetan.

Selepas pintu perlintasan, kemacetan kembali terjadi dijalan raya buntu, disini kendaraan harus berjalan merayap dengan kecepatan sekiar 30 kilometer per jam sepanjang 2 kilometer diantara truk-truk besar dan bus. Menuju perempatan Buntu.

Diperempatan Buntu, petugas kepolisian sibuk mengatur arus lalulintas kendaraan dari arah Semarang, Jakarta dan Yogyakarta. Disini kemacetan sempat terjadi saat akan memasuki perempatan karena sistem buka tutup yang diberlakukan oleh petugas kepolisian.

"Pukul 04.30 - 08.00 WIB tadi macet di sini. Karena ada juga pengemudi yang pas nunggu antrean malah ketiduran, akhirnya kita bangunin. Karena disini 3 pertemuan maka lampu mereh kita amabikan, kita pakai sistem buka tutup," kata Kapospam Buntu, AKP Sudarsono.

Menurut dia, karena semua bus dan truk dari pantura lewat sini, jadi tidak bisa diprediksi kemacetannya, karena dari dua arh ramai kendaraan, tadi pagi sempat terjadi kemacetan dari arah timur menuju Jakarta dan Bandung.

"Pas saya cari buntutnya itu sampai Polsek Sumpiuh, itu sekitar 5-7 Kilometer," jelasnya

(arb/ndr)


Berita Terkait