"Kalau biasa lewat jembatan perjalanan 10 jam. Karena muter bisa 16 jam kalau lancar, kalau macet bisa sampai 24 jam. Kita gantian, 2 sopir," kata Widhi, sopir bus PO Nusantara rute Jakarta-Kudus saat ditemui di Terminal Kp Rambutan, Jaktim, Selasa (22/7/2014).
Menurut Widhi yang sudah 6 tahun melntas di jalur Jakarta-Kudus ini mengaku, putusnya Jembatan Comal memang menambah berat beban sopir. Tak hanya itu saja ongkos yang dibebankan kepada penumpang juga naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Widhi, Bandi Supani yang juga sopir bus New Santika trayek Jakarta-Jepara PP ini mengeluhkan soal putusnya Jembatan Comal ini.
"Perjalanan normal 17 jam, karena muter bisa jadi sekitar 2 hari baru sampai Jepara karena macet. Tiket nambah, hari biasa harga normal Rp 180 ribu, sekarang jadi Rp 400 ribu," jelas Bandu yang sudah 20 tahun jadi sopir ini.
"Penumpang berkurang, mereka juga mengeluh. Ongkos nambah waktu jalan nambah. Kita nggak bisa ngira-ngira berkurangnya berapa, yang jelas kita jadi lebih lama menunggu penumpang. Biasanya jam 9 pagi sudah jalan ini jam setengah 11 belum penuh," keluh dia.
Anda melintas di jalur mudik Pantura, jalur tengah, atau selatan? Bagaimana kondisinya? Silakan berbagi untuk informasi ke pembaca lain ke redaksi@detik.com atau pasangmata.com. Jangan lupa sertakan foto di lokasi mudik, juga nama dan nomor telepon Anda.
Selamat mudik, hati-hati di jalan.
(ndr/mad)











































