"Mungkin (pidatonya) di Polonia. Ya saya rasa sebagai negara Indonesia, kita juga punya etika, punya nilai kehidupan, apapun kita mesti sampaikan. Ini kan pertandingan. Ya kan pertandingan kalah menang itu kan biasa. Jangan sampai terpecah belah bangsa kita karena ini," ujar Anggota Tim Pemenangan Prabowo, Laurens Bahang Dama di Gedung DPR, Senayan, Selasa (22/7/2014).
Laurens yang juga politisi Partai Amanat Nasional itu mengatakan, jika nantinya memang Jokowi terpilih sebagai presiden, maka harus dihormati karena itu pilihan rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana dengan rekapitulasi KPU yang masih menyisakan sekitar lima provinsi lagi? Laurens terkesan pesimistis, Prabowo-Hatta akan mengungguli Jokowi-JK.
"Enggak, kita kan juga punya data," katanya sambil tersenyum.
Berbekal data tersebut menurut dia, pihaknya kemungkinan bisa melanjutkan ke tahap gugatan Mahkamah Konstitusi. Tapi, ini pun dengan pertimbangan yang matang karena harus disertai dengan bukti data yang kuat.
"Tentu kalau ke MK itu kan harus dengan bukti data yang kuat. Misalkan selisih enam juta suara, apakah bisa dengan selisih itu. Tentu dengan pertimbangan kan. Kan harus dilihat selisih hasil itu (enam juta) terjadi kecurangannya. Ya kalau buktinya lebih dari itu ya kan. Kan begitu," sebutnya.
(hat/erd)











































