"Kita akan surati sekolahnya. Tapi sekarang ini mereka libur ya mudah-mudahan ada yang menerima," kata Kapolsek Tanah Abang, AKBP Anom kepada detikcom, Selasa (22/7/2014).
Meskipun SOTR dilakukan di luar jam sekolah, menurut Anom, perkumpulan sekitar 1.200 remaja itu mengatasnamakan sekolah sehingga paling tidak sekolah harus tahu apa yang dilakukan anak didiknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Ilh (18), salah satu pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam masih diperiksa di Mapolsek Tanah Abang. 2 Rekannya turut dijadikan saksi atas sajam yang dibawanya itu. Sementara 1 orang teman lainnya ditilang karena melakukan pelanggaran lalu lintas yaitu tidak mengenakan helm dan tidak memiliki STNK serta SIM.
Menjelang akhir bulan puasa, konvoi jalanan yang menamakan dirinya sebagai SOTR semakin marak. Kegiatan yang tidak ada unsur sosialnya kecuali putar-putar keliling kota itu bahkan sering berujung kekerasan dan gesekan antar kelompok SOTR. Saking meresahkannya SOTR, Plt Gubernur Ahok bahkan meminta polisi untuk melarang kegiatan yang dimulai pukul 00.00 hingga subuh itu.
Β
(kff/aan)











































