Diskusi Rapat Pleno Nasional Sulut Berjalan Alot, Jokowi-JK Menang Tipis

Diskusi Rapat Pleno Nasional Sulut Berjalan Alot, Jokowi-JK Menang Tipis

- detikNews
Senin, 21 Jul 2014 21:59 WIB
Diskusi Rapat Pleno Nasional Sulut Berjalan Alot, Jokowi-JK Menang Tipis
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali melanjutkan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara usai skors selama 2 jam untuk berbuka puasa. Dalam diskusi yang dimulai sekitar pukul 20.25 WIB ini, perolehan suara di Sulawesi Utara dimenangi oleh pasangan Jokowi-JK.

Diskusi berjalan cukup alot. Penyebabnya adalah saksi tim Prabowo-Hatta mempertanyakan jumlah pemilih khusus tambahan dengan identitas diri (DPKTb) di provinsi tersebut yang angkanya tinggi sekali. Pertanyaan tersebut muncul dikarenakan adanya catatan khusus dari saksi tim pasangan nomor urut satu saat rekapitulasi tingkat provinsi.

"Masih mempertanyakan pengguna hak pilih dalam DPKTb di kota Manado mencapai 18.060 oleh saksi paslon nomor 1," ucap Ketua KPU Sulawesi Utara Yessy Y Momongan membacakan berita acara di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu pun langsung ditanggapi Yessy dengan mengatakan formulir C7 yang memuat data DPKTb sudah dimasukkan ke dalam kotak suara. Jadi tidak dapat dicek keabsahannya berdasarkan nama dan alamat.

"Semua proses berjalan tanpa ada rekomendasi demikian juga di rekap kabupaten. Kami ingin memastikan ada C7 di setiap TPS untuk mencatat pemilih pendatang di setiap TPS. Yang ingin kami pastikan sampai pada rekap provinsi data ini benar-benar real, tapi untuk memastikan by name by address itu form C7 masih di dalam kotak," lanjutnya.

Sontak saja penjelasan itu langsung menuai protes dari perwakilan saksi tim Prabowo-Hatta, Rambe K Zaman. Dia pun bahkan mencurigai adanya ketidakjujuran dari pihak KPUD tentang perolehan suara tersebut.

"Jawaban kebanyakan Pilpres itu kebanyakan administratif yang bilang ujung-ujungnya terkunci di dalam kotak suara. Apabila lihat angka selisih yang terlalu besar apa angkanya tidak dipertanyakan. Buka saja kotak suaranya," cecar Rambe.

Menanggapi tuduhan ini, Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan semua proses rekapitulasi suara sejak awal sudah diupayakan transparan dengan menampilkannya ke laman situs KPU.

"Kita tidak bisa patok jumlah DPKTb sebagai bukti kecurangan. KPU kan sudah menyediakan data di web sampai ke TPS jadi bisa di-tracking rinciannya," ujar Husni.

Diskusi berjalan hingga memakan waktu kurang lebih 1 jam. Adapun jumlah DPKTb yang detikcom catat berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara di Sulawesi Utara berjumlah 38.223 pemilih dengan rincian laki-laki sebanyak 18.981 orang dan perempuan sebanyak 19.246 orang.

Perolehan suara untuk Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK di wilayah tersebut sebagai berikut:

Prabowo-Hatta: 620.095 suara
Jokowi-JK: 724.553 suara
Total suara sah: 1.344.648
Partisipasi pemilih: 69,7 persen
Suara tidak sah: 0,39 persen

(aws/imk)


Berita Terkait