"Ini bisa. Tapi, mesti dibicarakan dulu. Kan kalau satu kapal 24 bus atau mobil pribadi masuk ke kapal Roro kan lumayan," ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Suroyo Alimuso di Hotel Millenium, Jakarta, Senin (21/7/2014).
Dia mengatakan opsi ini bisa dilakukan dengan cara seperti menggunakan dermaga kapal di Cirebon atau Tegal untuk mengangkut sejumlah kendaraan angkutan bus lebaran yang menuju Solo atau Kendal. Hal ini hanya untuk menghindari kemacetan karena amblasnya Jembatan Comal.
"Di Kendal kan kita punya dermaga. Tegal dan Cirebon juga ada. Dari Tegal ke Pekalongan dekat. Atau sebaliknya Tegal ke Kendal. Satu kapal kan 24 kendaraan kan lumayan. Kalau kapasitas kan tergantung kapalnya. Kapal sudah ada. Tapi, kalau dia (pihak kapal) mau, karena ini kan mesti dibicarakan lagi," katanya.
Selain opsi itu, Suroyo menegaskan kalau pihaknya sudah menghimbau agar pemudik dengan kendaraan pribadi bisa lewat jalur selatan. Begitupun himbauan kepada Perusahaan Otobus (PO) lebaran agar bersedia mengunakan jalur selatan. Namun, dia berharap penyelesaian Jembatan Comal yang diperkirakan selesai Kamis, (24/7/2014), bisa menampung lalu lintas minimal untuk sebagian kendaraan pribadi seperti mobil ataupun sepeda motor.
"Mudah-mudahan proses perbaikan Kamis bisa selesai. Tapi ini terbatas dan tidak maksimal. Kalau selesai mungkin satu-satu sepeda motor atau mobil bisa. Tapi, bus dan kendaraan berat seperti truk ini yang sulit. Jangan sampai jadi macet, maju sulit, terus mundur sulit," sebutnya.
Dia juga menekankan kalau soal fasilitas di jalur alternatif lebaran yang selama ini masih kurang sudah dipersiapkan. Sejumlah fasilitas seperti rambu lalu lintas dan lampu penerangan sudah dibenahi agar mendukung kenyamanan pemudik. Namun, untuk mengantisipasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang masih terbatas, dia menghimbau agar pemudik dengan kendaraan pribadi mempersiapkan bekal bahan bakar.
"Itu kan takutnya. Tapi, saya yakin bisa dan cukup lah karena rambu-rambu ini sudah kita tempatkan di ujung-ujung sudah dipasang Dinas Perhubungan. Jalur alternatif juga sudah dirapihkan," ujarnya.
Lanjutnya, Suroyo mengatakan kalau pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan Polri terkait persiapan petugas di area titik kemacetan terutama di area dekat Jembatan Comal, Pemalang, Jawa Tengah. Dia tidak menampik peran petugas perhubungan dan polisi diperlukan untuk membantu rekayasa lalu lintas agar bisa mengurangi kemacetan.
"Pokoknya itu dan harus diatur. Sesuai instruksi Kapolri, Kapolda, Gubenur kalau Gubernur menugaskan dinas perhubungan. Kalau Kapolri menugaskan aparatnya di jalan nanti," katanya.
(hat/fjr)











































