Keterangan dihimpun detikcom, tabrakan terjadi sekitar pukul 14.30 WITA. Pikap Grand Max bermuatan 7 orang melaju datang dari arah Samarinda menuju Bontang, bermaksud menyalip roda dua di depannya. Mendadak bus yang kabarnya mengangkut karyawan perusahaan datang berlawanan arah. Tabrakan pun tidak terhindarkan.
Tiga penumpang pikap meninggal di lokasi kejadian berhasil dievakuasi ke rumah sakit. Seorang korban tewas lainnya, terjepit beberapa jam pasca kejadian. Praktis kejadian itu mengakibatkan kemacetan panjang kendaraan di kedua lajur hingga sore hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luka diderita ketiga korban berada di bagian kepala. Salah satunya bahkan menyisakan tengkorak lantaran kulit kepala tergilas aspal. Terdata 4 korban tewas adalah Fandy (33), Iwan (19), Huma (tanpa kartu identitas) serta Tono (tanpa kartu identitas).
Kasatlantas Polresta Samarinda Kompol Didik Hariyanto Sik membenarkan kejadian itu. Menurut dia, selain 4 korban meninggal, 3 korban lainnya mengalami luka-luka berat dan juga telah berhasil dilarikan ke rumah sakit.
"Korban meninggal keempat sempat terjepit tapi sudah berhasil dievakuasi sekarang ini (petang tadi sekitar pukul 18.00 WITA). Sopir bus luka-luka dan saya masih berada di lokasi, masih olah TKP," kata Didik.
Diterangkan Didik, pikap datang melaju dari arah Samarinda menuju Bontang. Sedangkan bus datang dari arah sebaliknya. Belum diketahui jelas penyebab insiden kecelakaan itu.
"Saya dan anggota masih melakukan penyelidikan di lokasi," ungkap Didik.
Kecelakaan lalu lintas tidak jarang terjadi di jalur poros Samarinda-Bontang. Selain banyak tikungan tajam, kendaraan yang melintas tidak hanya kendaraan pribadi, melainkan juga bus penumpang hingga truk fuso serta truk tangki BBM.
(mad/ndr)











































