"KPU bisa mengumumkan pagi, siang, sore, atau malam. Untuk yang di lapangan, teknis rada sulit untuk mengumpulkan massa jika belum ada kepastian," kata Ketua Umum Kawan Jokowi, Diaz Hendropriyono, dalam siaran pers, Senin (21/7/2014).
Selain KPU belum menetapkan waktu pengumuman, Kawan Jokowi juga tidak ingin membebani Polda Metro Jaya untuk memberi keamanan ekstra. Sebab kerja Kepolisian sudah berat, saat ini Polda telah berkonsentrasi radius 3 blok atau 1 kilometer dari Gedung KPU, Jakarta. Selain itu, Polda juga akan mengamankan ribuan buruh yang akan turun ke Bundaran HI, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan yang paling penting adalah bahwa arahan Jokowi sudah jelas sampai saat ini bahwa tidak boleh relawan yang turun ke jalan, selain berjaga di poskonya masing-masing.
"Karena Kawan Jokowi dibentuk untuk mendukung Pak Jokowi, maka apa pun arahan beliau akan kita ikuti," tegas Diaz.
Lalu bagaimana bila ada bagian yang mengaku sebagai relawan Jokowi memilih untuk tetap turun ke jalan? Diaz menjelaskan salah satu kelompok relawan seperti Pro Jokowi (Projo) memang ingin turun ke empat titik dengan alasan dan pertimbangan tertentu.
"Saya hormati keputusan mereka, namun kami tetap mengikuti arahan Pak Jokowi," tandasnya.
Ketua Umum Relawan Matahari Indonesia (RMI), Izzul Muslimin, juga menyatakan hal senada. RMI telah menginstruksikan ke seluruh koordinator Relawan Matahari untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari sebagaimana biasa.
"Merayakan kemenangan di rumah masing-masing dan melaksanakan aktivitas seperti biasanya dan tidak menggunakan atribut-atribut dan avatar yang berbau Pemilu Pilpres 2014," kata Izzul.
Untuk gantinya Relawan Matahari Indonesia mengajak seluruh Relawan Matahari Indonesia di 23 provinsi untuk melepaskan balon secara sederhana di rumah masing-masing dan Posko RMI yang tersebar di 23 provinsi pasca KPU mengumumkan Hasil Perolehan Suara Pemilihan Presiden 2014.
"Kami sekaligus mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan hal yang sama," kata Izzul.
"Pelepasan balon di posko dan di rumah warga dan masyarakat seluruh Indonesia ke udara sebagai pertanda mensyukuri dan merayakan kemenangan rakyat Indonesia atas berlangsungnya pemilu yang damai dan demokratis," ujarnya.
Pelepasan balon itu juga sebagai bentuk apresiasi untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2014 dengan merayakan HAN bersama keluarganya masing-masing.
"Semoga semua langkah dan perjuangan kita, selalu diridhoi Allah Subhanahu Wataโala. Amin Ya Rabbal Alamin," doa Izzul.
(van/nrl)











































