"Malah saya pernah lihat ada anak-anak motor itu bawa klewang atau kayu-kayu panjang. Mereka nongkrong justru di depan rumah dinas hingga larut malam," kata Gubernur Riau, Annas Maamun kepada detikcom, Senin (21/7/2014) usai gelar pasukan Operasi Ketupat di Pekanbaru.
Halaman rumah dinas Gubernur Riau cukup luas yang berada di Jl Diponegoro, Pekanbaru. Kawasan ini saban malam memang paling ramai sebagai tempat nongkrong para ABG.
Di daerah ini juga, merupakan kawasan paling bebas untuk bermain mercon alias petasan yang memekakan telinga. Tak perduli, sekalipun main mercon raksasa itu justru saat umat muslim melaksanakan salat tarawih.
"Tiap malam anak-anak muda itu main mercon yang memekakan telinga. Padahal umat muslim masih melaksanakan salat tarawih," kata Annas Maamun.
Tidak hanya itu saja. Orang nomor satu di Riau ini juga gelisah ketika para ABG itu hingga larut malam di sekitar rumah dinas. Para ABG itu mojok di sepanjang pagar rumah dinas tersebut.
"Saya bingung, anak-anak itu apa tidak dicari orangtuanya. Pacaran di bulan puasa sampai larut malam," katanya.
"Jangan-jangan anak-anak itu statusnya anak kuliah yang dikoskan. Disangka orangtuanya yang dikampung belajar di rumah, tak taunya pacaran sampai larut malam," celoteh Annas sembari tertawa.
Dia mengharapkan, pihak kepolisian untuk dapat menertibkan para ABG yang suka main petasaan disaat umat muslim melaksanakan salat tarawih.
"Saban malam kayak ada perang di sepanjang jalan itu (jalan di ponegoro). Cobalah ditertipkan mereka," katanya.
"Cobalah kalau tengah malam itu ada patroli polisi. Lihat di sekitar kawasan itu, sudah tak tahu malu lagi. Orang pacaran berpeluk-peluk, becium-ciuman. Ini sudah tak betul lagi, apa lagi suasana ramadan," kata Annas.
(cha/ndr)











































