Pegawai Impact Indonesia, Ratna Irsana, mengatakan awalnya pihaknya mengajukan anggaran Rp 11-13 miliar. Biaya itu meliputi iklan di media elektronik, cetak serta media sosial.
Tapi angka itu akhirnya turun drastis. Tim sukses Anas hanya sanggup membayar Rp 3 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saksi lainya, careteker GM Sales and Marketing Metro TV, Aldasni mengakui ada biaya Rp 166 juta yang dibayar oleh Fastcomm. Biaya itu untuk membayar slot berita di Headlinenews, suara anda serta iklan.
Anas saat itu juga sempat menanyakan kepada Aldasni apakah ada anggaran hingga miliaran kepada Metro TV untuk biaya iklan. Aldasni membantah dana hingga miliaran.
"Tidak ada," jawab Aldasni dengan tegas.
Ditemui usai persidangan, Anas mengatakan keterangan saksi semakin mempertegas dakwaan jaksa yang imajinatif. Dakwaan jaksa hanya berisi pernyataan dari Nazar saja yang pada kenyataannya ternyata bertolak belakang.
"Itu kesaksian bohong dan fitnah oleh Nazar tapi dianggap sebagai kebenaran dan ditulis salam dakwaan," papar Anas.
Anas juga tidak mengetahui secara pasti soal anggaran iklan kampanyenya. Sebagai seorang kandidat, Anas mengaku hanya fokus pada visi dan misi.
"Hal-hal teknis seperti yang saya sampaikan sebelumnya itu saya tidak tahu tidak pernah mengurus," tandasnya.
(mok/aan)











































