"Saya berpendapat memang tenggat waktu ini KPU berkewajiban mengumumkan siapa pun pemenangnya, dan kalau ada masalah-masalah yang terkait proses pilpres ya kita ajukan ke MK saja," kata Tifatul di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Tifatul tak mempersoalkan rencana kubu calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang akan menolak rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU. Dia mencontohkan, pada pemilu 1999 lalu PKS pernah menolak hasil pemilu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin kubu Prabowo-Hatta meminta KPU tidak melanjutkan proses rekapitulasi penghitungan suara secara nasional. Musababnya, capres-cawapres yang diusung oleh koalisi Merah Putih ini mencium adanya kecurangan secara masif.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Idrus Marham, di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (20/7/2014) kemarin. Menurut Idrus, dalam rapat internal yang dilakukan kemarin pihaknya banyak mendapat masukan dari tim pemenangan di Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Atas dasar itulah tim Prabowo-Hatta meminta Komisi Pemilihan Umum tidak melanjutkan rekapitulasi penghitungan suara secara nasional.
"Kami meminta KPU Pusat yang saat ini melakukan rekapitulasi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang telah direkomendasikan Bawaslu, dan tidak melanjutkan rekapitulasi suara sebelum menyelesaikan masalah yang ada," kata Idrus.
(erd/nrl)











































