Para petani tersebut berasal dari Kecamatan Teluk Jambe, Karawang Barat. Mereka berorasi di depan lobi KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (21/7/2014), dengan membawa sejumlah hasil bumi seperti singkong, timun, pisang dan kacang panjang. Hasil bumi tersebut kemudian diserahkan kepada perwakilan KPK.
"Kami ingin KPK mengusut tuntas semuanya, tidak hanya bupati dan istrinya tapi semua pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi itu," kata Ketua Sepetak, Hilal Tamami, di KPK.
Sepetak juga melaporkan dugaan pelanggaran dalam proses eksekusi lahan seluas 350 hektare di Kawasan Teluk Jambe. Mereka membawa sejumlah dokumen untuk menunjang laporan tersebut.
"Kita menganggap ada sejumlah kejanggalan terkait eksekusi tersebut," tutur Hilal.
Lahan seluas 350 hektare itu merupakan lahan yang terletak di samping KM 44 Tol Jakarta Cikampek. Tanggal 24 Juni 2014 lalu warga dan aparat kepolisian sempat bersitegang saat dilakukan upaya eksekusi di kawasan itu. Warga pun sempat memblokir jalan tol selama kira-kira 3 jam dan menimbulkan kemacetan panjang.
Aksi damai puluhan petani ini menyusul ditangkapnya Bupati Karawang Ade Swara oleh KPK. Ade diduga terlibat pemerasan terhadap perusahaan properti yang akan membangun mall di Karawang.Β
(rna/mad)











































