Warga Pesisir Pantai Selatan Jatim Diminta Waspada Gempa
Rabu, 29 Des 2004 18:12 WIB
Surabaya - Buntut bencana nasional tsunami akibat gempa tektonik yang melanda Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut), wilayah pesisir pantai selatan Jawa Timur juga perlu untuk diwaspadai. Alasannya, daerah itu sewaktu-waktu mengalami bencana serupa.Daerah yang dimaksud adalah Banyuwangi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek Tulung Agung, Blitar, Malang Selatan Lumajang, dan Jember. Namun tidak menutup kemungkinan daerah-daerah lainnya juga terancam.Kepala Stasiun Geofisika Tretes Pasuruan, Hariyanto SSi ketika dihubungi melalui telepon di kantornya, Jl Sedap Malam Tretes Pasuruan, Rabu (29/12/2004) mengatakan, Jatim termasuk daerah yang rawan gempa, karena terletak di antara pertemuan dua lempeng yaitu Eurasia dan Hindia - Australia. Lempeng-lempeng tersebut selalu bergerak memanjang mulai pantai barat di Aceh terus ke selatan sampai ke Pulau Jawa bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara Timur sampai ke Banda. Pusat episentrum terletak di selatan Pulau Jawa.Daerah-daerah tersebut merupakan daerah sumber bencana gempa serta ada kemungkinan terjadinya gempa susulan. "Masyarakat harus waspada terhadap terjadinya gempa, walaupun gempa tersebut berkekuatan 2-3 skala ricter (SR)." tegasya.Daerah yang pernah mengalami gempa bumi terbesar di Jatim yaitu di Banyuwangi dengan berkekuatan 5,9 skala richter (SR) terjadi pada 2 Juni 1994. Gempa juga pernah terjadi di daerah Malang, Blitar, Mojokerto dan Tulungagung.Ditambahkan Hariyanto, Stasiun Geofisika berfungsi memantau aktivitas bumi, serta untuk mengetahui gejala terjadinya gempa. Di Jatim ada tiga stasiun pencatat gempa, tepatnya di Tretes, Karangkates dan di Sawahan Nganjuk.
(nrl/)











































