Prihatin Aceh, Pesta Kembang Api di Bukittinggi Dibatalkan

Prihatin Aceh, Pesta Kembang Api di Bukittinggi Dibatalkan

- detikNews
Rabu, 29 Des 2004 17:55 WIB
Padang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) perlu dipuji. Mereka sepakat membatalkan pesta kembang api menyambut tahun baru 2005 yang akan digelar di pelataran Jam Gadang pada Jumat (31/12/2004). Pembatalan dimaksudkan sebagai bentuk keprihatinan terhadap korban bencana Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).Pejabat Humas Pemkot Bukittinggi, Ibentaro, mengatakan, Pemkot Bukittinggi menilai tidak etis bila pesta kembang api tetap dilaksanakan di saat ribuan korban tsunami di Aceh bergulat dengan penderitaannya. "Biasanya, pesta kembang api menyambut tahun baru nyaris diadakan setiap tahunnya di pelataran Jam Gadang," ujarnyaketika dihubungi detikcom via telepon, Rabu (29/12/2004).Dikatakan Ibentaro, meski pesta kembang api telah dibatalkan, Pemkot tidak mungkin menghambat masuknya warga yang ingin merayakan tahun baru di Bukittinggi. "Bukittinggi merupakan salah satu tempat wisata favorit di Sumbar. Bila pada malam tahun baru Jam Gadang tetap ramai dikunjungi warga, kita akan arahkan acara untuk mengenang korban tsunami di Aceh, misalnya dengan mengadakan acara renungan dan pembacaan ayat suci Al Quran," ujarnya.Jangan Tunjukkan KegembiraanSementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meminta agar seluruh pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat Sumbar tidak menggelar acara-acara yang menunjukkan kegembiraan dalam menyambut datangnya tahun baru 2005. Menurutnya, hal terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah terus berupaya untuk meringankanbeban korban gempa dan Tsunami di Aceh."Kita harus turut merasakan beban yang harus mereka tanggung. Alangkah tidak etisnya bila kita bergembira ria sementara ribuan saudara kita di Aceh sedang mengalamimusibah. Lebih baik kita salurkan uang yang akan dihamburkan untuk menyambut tahun baru untuk membantu mereka," demikian Mahyeldi.Kota mana lagi yang menyusul Bukittinggi? (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads