Kader Golkar yang menginginkan Munas 2014 terus menggeliat. Sejumlah pertemuan rahasia terus digelar. Tujuannya tak lagi 'sekadar' Musyawarah Nasional, tapi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Soal waktu pelaksanaan Munas ini sudah dibahas dalam rapat pleno DPP Golkar pada Jumat (18/7) pekan lalu. Dalam rapat itu, kader Golkar pro Munas 2014, yang dipimpin Waketum Agung Laksono, mendesak digelar Munas pergantian ketum tahun ini. Terjadi perdebatan panas soal jadwal pelaksanaan Munas ini.
Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menolak pelaksanaan Munas di 2014 dengan dalih tak ada desakan dari pengurus-pengurus DPD I Golkar. Jika Munas dilaksanakan dengan berlandaskan desakan DPD I, itu berarti Munaslub. Padahal yang didesak adalah Munas biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai rapat pleno itu, malam harinya, kader Golkar pro Munas 2014 lalu menggelar pertemuan di Hotel Four Season. Hadir dalam rapat itu para kader senior Golkar, di antaranya Agung Laksono, Andi Mattalatta, Fahmi Idris, dan Ginandjar Kartasasmita.
Pertemuan itu memutuskan untuk melayani 'keinginan' Ical. Para senior Golkar akan mengatur munculnya desakan dari DPD I untuk menggelar Munaslub.
"Mereka mau gerilya. Persoalannya memang di daerah, karena Pak Ical merasa memegang DPD I," ujar elite Golkar ini.
Memulai gerakan untuk menggelar Munaslub, pertemuan berikutnya langsung digelar pada Sabtu (19/7) keesokan harinya. Pukul 09.00 WIB, sejumlah senior Golkar, di antaranya Yorrys Raweyai, Agung Laksono, Andi Mattalatta, dan Fahmi Idris menggelar pertemuan di kediaman JK di Jl Brawijaya, Jakarta Selatan.
Dalam pertemuan itu, para kader pro Munas 2014 membeberkan kepada JK soal strategi untuk melaksanakan Munaslub. Mereka meminta JK bersedia mengundang seluruh pengurus DPD I untuk buka bersama pada 24 Juli nanti.
Tanggal 24 Juli sengaja dipilih karena telah melewati tanggal pengumuman hasil rekapitulasi nasional. Para pengurus DPD I yang masih ragu terhadap kemenangan JK di Pilpres 2014 diharapkan yakin untuk mendukung JK menjalankan pemerintahan.
"Pertemuan itu untuk mengetahui seberapa besar pengurus DPD I yang mendukung Pak JK," ujar elite Golkar ini.
(trq/van)











































