200 Penumpang Garuda Tujuan Aceh Terlantar di Bandara
Rabu, 29 Des 2004 17:44 WIB
Jakarta - Sekitar 200 penumpang pesawat Garuda terlantar di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Mereka sudah memegang tiket, namun harus menunggu 8 jam, dan sampai saat ini tak ada kejelasan kapan bisa berangkat ke Aceh."Saya berangkat dari rumah pukul 05.00 Wib karena pesawat saya dijadwalkan jam 08.30 Wib. Tiket saya sudah jelas, jam berangkat ada, dan sudah masuk ruangan tunggu F4. Tapi ternyata pesawat di delay sampai sekarang. Dan gak ada kejelasan pukul berapa bisa berangkat," kata Fachry salah seorang penumpang Garuda tujuan Aceh kepada detikcom, Rabu (29/12/2004).Saat ini, kata Fachry, ada sekitar 200 penumpang yang terlantar karena tak ada kejelasan kapan berangkat. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meminta penjelasan, bahkan sempat terjadi ketegangan antara penumpang dengan sejumlah petugas. "Pesawat saya seharusnya berangkat jam 08.30 Wib. Pada pukul 10.30 Wib ada penerbangan berikutnya. Kami ternyata tak didahulukan, tetapi disuruh menunggu sampai sekarang. Seharusnya urutan kami dulu yang berangkat. tetapi dilangkahi terus," katanya.Tak ada keterangan yang jelas mengapa pesawat tertunda. Namun, sempat ada penjelasan bahwa pihak Polonia Medan tak siap menerima pesawat mereka. "Alasannya di sana terlalu sibuk. Tapi tak ada kejelasan terhadap nasib kami ini, " katanya. Fachry yang bertolak ke Aceh mencari saudaranya mengatakan, sempat terjadi insiden pembajakan terhadap pesawat yang dilakukan penumpang yang gagal berangkat. " Massa sempat marah dan beringas. Mereka membajak pesawat yang mau berangkat," katanya.Namun, akhirnya bisa ditenangkan. Dan sore ini, katanya, massa yang gagal berangkat kembali marah karena menjelang malam tak ada kejelasan.
(jon/)











































