"Di lapangan nggak jelas kerjanya ngapain, hanya ngerokok nggak jelas. Di dalam gedung nggak diawasi apa yang terjadi. Makanya dipasang bom pun mudah di DKI," kata Ahok saat memberikan kata sambutan pada Apel Siaga Arus Mudik dan Arus Balik di kawasan Monas, Senin (21/7/2014).
Ahok menyebutkan apel siaga akan jauh lebih efektif jika para petugas memanfaatkan CCTV. Sayangnya petugas sering kali tidak melakukan fungsinya dan mengawasi CCTV. Malah banyak kamera pengintai yang rusak dan tak lagi aktif karena tidak pernah digunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pamdal katakan enggak tahu apa-apa karena bukan tugas dia. Mana ada Pamdal nggak tanggung jawab sama Balai Agung. Di mana ada CCTV harus tanggung jawab, itu adalah fakta,β kata dia dengan nada kesal.
Sebagai informasi, di ruang Balai Agung hanya ada satu CCTV di sudut kanan atas.
Pengamanan di gedung Balai Kota memang terbilang longgar. Akses menuju ruang Gubernur dan Wakil Gubernur yang biasanya bisa dijangkau dari dua pintu, di depan Balaikota dan di samping. Di pintu samping ada satu metal detector namun tidak pernah difungsikan. Sementara di pintu utama, yang langsung menuju kantor Gubernur, sama sekali tidak ada metal detector.
(ros/aan)











































