"Apapun hasilnya nanti, masing-masing kubu, baik Prabowo maupun Jokowi diharapkan dapat menunjukkan keteladanan politik bagi rakyat yang sudah lelah dan jenuh dengan hiruk pikuk politik yang sarat dengan berbagai manuver politik kepentingan jangka pendek," kata pengamat yang biasa dipanggil Dani ini saat berbincang dengan detikcom, Senin (21/7/2014).
Menurut Dani, baik Prabowo dan Jokowi mestinya sadar bahwa dalam sebuah pertandingan hanya menghasilkan satu pemenang. Sehingga sikap politik yang menghargai hasil tersebut penting untuk pembelajaran masyarakat bahwa politik adalah sarana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan untuk kepentingan yang lebih besar itulah diperlukan jiwa kenegarawanan yang mengutamakan konsistensi antara satunya kata dan perbuatan demi keutuhan dan persatuan bangsa," kata Dani.
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj pun menyerukan agar dua kubu capres dan cawapres menerima apapun hasil pilpres yang akan diumumkan besok. Dia meminta capres yang kalah pada pengumuman 22 Juli untuk legowo.
Said menyarankan capres yang kalah tidak usah lagi memperpanjang polemik dengan membawa gugatan ke Mahkamah Konstitusi.
"Harus legowo yang kalah dan yang menang jangan sombong," ujar Said usai acara pengajian di markas DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu (20/7/2014) malam.
(erd/nrl)











































