Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf mengingatkan KPU agar tidak terpengaruh oleh tekanan apa pun dalam mengambil keputusan dan hanya mempertimbangkan hitungan nyata atau real count berdasarkan penghitungan berjenjang yang sudah dilakukan sejak dari TPS hingga KPU.
โKPU tidak boleh terpengaruh oleh opini yang dibangun untuk memberi tekanan psikologis terhadap keputusan yang akan diambilnya,โ kata Slamet dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (21/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pernyataan tersebut maka seluruh proses penghitungan hasil Pemilihan Presiden/Wakil Presiden 9 Juli lalu sepenuhnya diserahkan kepada KPU disaksikan oleh saksi yang mewakili dua pasangan Capres/Cawapres , Bawaslu dan berbagai pihak terkait lainnya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menambahkan keputusan KPU yang jujur, obyektif, dan tidak memihak akan memiliki makna yang besar bagi pendewasaan demokrasi. โPenetapan hasil Pilpres sebaiknya dilakukan sesuai jadwal, yaitu 22 Juli besok, harap ditepati,โ tegas Slamet.
(brn/erd)











































