Warga Aceh di Palembang Sedih dan Bingung

Warga Aceh di Palembang Sedih dan Bingung

- detikNews
Rabu, 29 Des 2004 17:29 WIB
Palembang - Saat mendengar bencana gempa bumi dan badai tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam, kedukaan warga Aceh di Palembang sulit digambarkan. Mereka pun bingung harus berbuat apa."Saat pertama mendengar, kami bukan lagi sedih, kami semua panik. Belum tahu apa yang harus dilakukan," kata Tarmizi Hamid, sekretaris Himpunan Masyarakat Aceh (Hima) Palembang di rumahnya, Komplek Pertamina Baguskuning No.120, Plaju, Palembang, Rabu (29/12/2004).Namun, setelah melakukan doa dan minta petunjuk Allah, ketenangan pun mulai dirasakan olehnya dan sejumlah warga Aceh di Palembang. Apalagi pada Senin (27/12/2004) keluarganya yang berada di Banda Aceh sudah dapat dikontak melalui handphone.Tetapi, beberapa keluarganya, seperti bibi, paman, dan sepupu, masih belum diketahui keberadaannya. "Ada istri paman, sepupu dan keponakan saya yang menjadi korban," katanya.Untungnya, orangtua Tarmizi tidak tinggal lagi di Aceh, dan hanya mertuanya yang tinggal di Bireun. "Alhamdullilah, mertua saya selamat," tambahnya."Guna memastikan kondisi saudara-saudara kami di Aceh, kami pun memutuskan untuk cuti. Dan saya sendiri cuti lebih cepat sepekan dari kami telah saya rencanakan," kata Tarmizi, yang bekerja untuk Pertamina III Plaju itu. "Kamis besok kami berencana berangkat ke Aceh dengan membawa sejumlah bantuan yang kami kumpulkan di Palembang," tambahnya.Di perusahaan minyak itu sendiri, kata Tarmizi, ada sekitar 18 orang asal Aceh. Di Palembang, sebagian besar membawa keluarganya, termasuk Tarmizi yang di Palembang didampingi keluarganya.Sementara Fatimah, seorang warga Sei Selincah, Ilir Timur II, Palembang, juga menunggu kabar mengenai saudaranya di Banda Aceh. "Anak-anak saya sudah berusaha mengontak ke Aceh, tapi belum dapat kabar," kata Fatimah kepada detikcom."Tolong sampaikan ke pemerintah Nak, nama saudara saya itu Sulaiman. Dia seorang guru SD. Ciri-cirinya besar, tinggi, berkulit hitam, dan punya tai lalat cukup besar di bawah mata," katanya.Fatimah dan anak-anaknya dalam dua hari ini hanya pasrah dengan membaca surat Yasin. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads