"Ini kan ada yang bilang, tanggal 22 Juli penentuan presiden katanya ada huru-hara. Tapi saya lebih menghindari macet," kata pemudik bernama Dika (29) di Hall D PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Walau ada kabar seperti itu, Dika dan istrinya bernama Sumiani (29) serta satu anaknya yang baru berusia 2 tahun tak merasa khawatir. Ia menyatakan kabar yang belum tentu benar itu bukan alasan utamanya untuk berkumpul dengan keluarga di Blitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pemudik lainnya bernama Abdul (38) mengaku mudik lebih cepat karena libur yang didapatnya lebih cepat. Ia membantah mudik lebih cepat untuk menghindari pengumuman KPU pada 22 Juli besok.
"Memang momennya seperti ini. Ada isu itu tapi kita tidak. Dari awal memang rencananya tanggal 21 Juli," ujar pria yang bekerja sebagai guru itu.
Abdul yang berangkat bersama istri dan dua anaknya itu mengaku senang bisa mudik gratis ke Jombang. Hal ini karena harga tiket semua moda transportasi menjadi mahal setiap musim mudik.
"Ya yang dicari kebersamaannya, kumpul bersama," tutup Abdul.
Sekitar 6.000 pemudik ikut serta dalam mudik gratis yang difasilitasi oleh Partai Demokrat ini. Sekjen Partai Demokrat Edhie Bhaskoro Yudhoyono akan melepas 110 bus yang digunakan ribuan pemudik itu menuju sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
(vid/fdn)











































