"Kedua teman kami sedang difitnah secara keji dari orang yang kita tidak mengetahui motifnya apa," ujar Rully Iskandar, staf informasi teknologi (IT) JIS dalam keterangannya, Minggu (20/7/2014).
Rully mengaku sangat mengenal kedua rekannya tersebut. Sebelum menempati posisi sebagai staf IT, dia pernah menjalani asisten guru seperti halnya yang menjadi profesi Ferdy, panggilan akrab Ferdinan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
''Saya pernah dua tahun di TK. Sebagai asisten guru kelas, rasanya sangat tidak mungkin, dia (Ferdy) bisa berinteraksi kepada murid murid di luar jam sekolah. Itulah sebabnya kami yakin 100 persen mereka itu tidak bersalah,'' ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan Lia, salah satu rekan seprofesi Ferdy. Dia mengaku sudah hampir dua tahun pernah bekerja satu ruangan dengan Ferdy. Sepanjang pergaulannya, dirinya tak pernah melihat Ferdy membuat marah orang di sekitar. Dari lima orang staf, Ferdy adalah satu-satunya lelaki.
"Dia itu orang yang suka menolong. Selama dua tahun, saya juga tidak pernah merasakan keganjilan dan keanehan. Dengan adanya kasus ini, tentunnya kami sangat sedih," ungkapnya.
Tak hanya rekan sesama guru, sang istri yang bernama Siska, menceritakan bahwa sang suami adalah sosok yang bertanggungjawab terhadap keluarga. Pria yang telah menikahinya sejak 11 tahun silam itu sangat menyayangi kedua buah hatinya.
"Kalau weekend, dia selalu meluangkan waktunya untuk mengajak anak-anak jalan. Bisa pergi ke mall, playground atau ke gereja," kata Siska sedih.
Sementara itu Tracy, istri dari Neil, menyampaikan kepribadian suaminya sangat ramah. Selain sebagai guru di JIS, suaminya memiliki sejumlah aktivitas sosial. Diantaranya dia aktif di yayasan Hidung Merah dan Sekolah Kita. Keduanya adalah yayasan sosial yang peduli dengan nasib anak-anak pemulung.
"Dia percaya, darimanapun Anda berasal akan dipandang secara sederajat. dan ketika kami memutuskan untuk pindah ke negara lain (Indonesia) kami harus yakin bahwa kami dapat membuat perubahan" kata Tracy menggambarkan kepribadian suaminya.
Tracy juga mengatakan tuduhan kekerasan seksual itu telah menghancurkan hidupnya. "Apalagi semua orang selama ini mengenalnya sebagai orang yang sangat baik," tutup Tracy.
(rni/fdn)










































