"Kalau selisihnya di atas 2 persen, tidak perlu diragukan. Jadi secara hisab dan rukiyat sudah jelas Jokowi yang menang sehingga menurut saya demi Indonesia dan rakyat semua, sebaiknya diterima," kata Dahlan Iskan usai menyaksikan konser 7 Hari Menuju Kemenangan di Salihara, Pasar Minggu, Jaksel, Minggu (20/7/2014).
Dia menyebut permintaan tim Prabowo-Hatta agar KPU menunda rekapitulasi suara tidak beralasan. Karena itu sikap legowo sangat diharapkan dari pasangan capres/cawapres yang kalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan berharap pihak yang kalah akan memberikan ucapan selamat kepada pasangan yang menang. "Yang kalah harus segera mengakui," ujarnya. "Demi rakyat Indonesia," sambung dia.
Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Idrus Marham sebelumnya menyebut pihaknya menemukan banyak kecurangan secara masif selama pemungutan suara pilpres 9 Juli lalu.
"Setelah mencermati pemaparan oleh tim hukum baik di Jatim, Jateng, Jakarta secara jelas terjadi ketidakadilan, terjadi gerakan masif untuk merekayasa hasil pemilu dan terjadi berbagai kecurangan yang mempengaruhi hasil pilpres," kata Idrus di tempat yang sama.
Atas dasar itulah tim Prabowo-Hatta meminta Komisi Pemilihan Umum tidak melanjutkan rekapitulasi penghitungan suara secara nasiona
"Anggota KPU yang tidak menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu harus dipidanakan," ujar Idrus berbicara di Hotel Four Seasons.
(fdn/fdn)











































