Jembatan Comal, Pemalang, masih diperbaiki. Truk-truk besar terjebak di pantura. Sopir menghadapi dilema. Sebagian di antaranya tetap bertahan dan menunggu jembatan bisa dilalui.
"Tidak ada pilihan lain, kami ya harus menunggu sampai perbaikan selesai sampai kapanpun," kata sopir truk, Nur Khomari, di timur jembatan Comal, Minggu (20/7/2014).
Khomari membawa rokok dari Surabaya ke Jakarta. Ia mengaku tidak mungkin memutar arah melalui jalur tengah atau selatan karena biaya operasional jelas tidak mencukupi. Dibanding memutar arah, ia memilih menunggu meski harus menghabiskan dana tidak sedikit untuk makan selama 'terjebak'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khomari tidak sendiri. Di bagian timur (arah Semarang atau Surabaya) berderet truk-truk yang yang hanya bisa 'parkir'. Untuk ketertiban, mereka parkir dalam posisi 2 lajur sepanjang belasan kilometer.
"Semoga H-3 bisa lewat," kata Khomari.
Rencananya, jembatan yang ambles akan dipasangi balley. Mobil pribadi dan kendaraan kecil termasuk truk yang bertonase 40 ton diizinkan melintas. Itulah satu-satunya harapan Khomari dan sopir truk lainnya melanjutkan perjalanan.
(try/try)











































