Wakil Ketua DPRD DKI:
Batalkan Pesta Kembang Api
Rabu, 29 Des 2004 16:18 WIB
Jakarta - Imbauan agar pesta dan peringatan Tahun Baru 2005 ditiadakan terus menggema. Pesta Kembang Api yang akan digelar di Ancol, Jakarta Utara seharusnya dibatalkan, karena lebih menjurus pada pesta kegembiraan. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Ahmad Heryawan kepada detikcom, Rabu (29/12/2004). Ahmad mengaku sudah mendapat undangan untuk menghadiri acara di malam Tahun Baru itu. "Saya sudah dapat undangan, tapi saya tidak akan hadir, bila tetap ada pesta kembang api," kata dia. Bagi Heryawan, acara penyambutan Tahun Baru sebenarnya tidak masalah. Namun, karena timbulnya musibah yang menelan korban jiwa puluhan ribu orang, sebaiknya acara penyambutan Tahun Baru yang menjurus pada pesta pora itu ditiadakan atau menggantinya dengan format yang lebih positif dan tetap mencerminkan bela sungkawa. "Ada dua cara yang bisa dilakukan terkait Tahun Baru ini. Pertama, acara pesta Tahun Baru ditiadakan. Kedua, acara peringatan Baru dilakukan dengan format yang bisa mengetuk hati masyarakat dan mengingatkan pada bencana yang menimpa saudara kita di Aceh dan Sumatera Utara," kata dia. Menurut Heryawan, peringatan Tahun Baru harus ditiadakan, karena akan memakan biaya besar. Kalau terpaksa dilakukan, sebaiknya format acaranya diubah menjadi acara belasungkawa, solidaritas, tidak berisikan hura-hura, tidak jingkrak-jingkrak, tidak melakukan kemaksiatan, dan untuk penggalangan dana. "Jika ada musik dan hiburan, sebaiknya diisi dengan lagu-lagu yang mengingatkan bencana yang menimpa saudara-saudara kita, seperti lagu Bimbo, Ebiet G Ade. Itu akan bisa mengetuk hati kita," ujarnya. Bila peringatan Tahun Baru tidak berformat seperti itu, kata Heryawan, sebaiknya ditiadakan. "Jangan sampai kita bergembira, sementara saudara-saudara kita bergelimang derita," ungkap politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. Karena itu, Heryawan tidak setuju terhadap pelaksanaan pesta kembang api yang sudah dialihkan pelaksanaannya di Ancol. "Pesta kembang api harus dihilangkan. Saya tidak akan datang ke acara itu, dan lebih baik saya akan hadir di acara malam zikir di masjid," jelasnya. Sebelumnya, banyak lembaga dan tokoh yang sudah meminta agar peringatan Tahun Baru 2005 ditiadakan, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) juga meminta masyarakat untuk bermalam tahun baru di rumah, karena diduga akan ada cuaca buruk.
(asy/)











































